Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Marak Game Online Terlarang di Kalangan Mahasiswa, Psikolog Asal Bogor Ungkap Penyebab dan Bahayanya

Muhamad Rifki Fauzan • Sabtu, 7 Desember 2024 | 10:49 WIB
Kepala Biro Psikologi Rumah Cinta, Retno Lelyani Dewi.
Kepala Biro Psikologi Rumah Cinta, Retno Lelyani Dewi.

RADAR BOGOR - Fenomena game online terlarang hingga saat ini menjadi permasalahan yang belum mampu diatasi. Para usernya juga berasal dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Radar Bogor, Kemendikbudristek menyebut bahwa ada sebanyak 960.000 mahasiswa dan pelajar terlibat perilaku tersebut.

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Biro Psikologi Rumah Cinta, Retno Lelyani Dewi, mengungkap ada beberapa faktor penyebab mahasiswa terlibat perilaku game online terlarang.

Salah satunya permainan game online terlarang digunakan untuk mengisi waktu luang dan pelakunya diberi kesempatan untuk meraup keuntungan.

Maka kata Retno secara psikologis, hal itu akan memicu dorongan di dalam diri pribadi untuk mendapatkan kemenangan atau keuntungan kembali.

“Itu yang mendorong jadi adiksi. Merasa tertantang untuk dapat uang cepat. Faktanya gen Z atau gen Alfa memang inginnya instan serba langsung,” jelas Retno kepada Radar Bogor, Sabtu (7/12/2024).

Retno menegaskan, jika perilaku game online terlarang terus dibiarkan menyelimuti kehidupan para mahasiswa, maka akan sangat berdampak buruk terhadap motifasi belajar mereka.

Retno menjelaskan, secara kognitif kemampuan para mahasiswa atau pelajar akan mengalami penurunan, sulit konsentrasi, gagal memorizing alias menyimpan materi belajar.

“Secara afektif, pelajar atau mahasiswa jadi lebih emosional, sensitif mudah marah, meledak ledak, apalagi jika kalah saat main,” tuturnya.

Secara perilaku, Retno mengungkapkan para mahasiswa dan pelajar yang terlibat menjadi lebih destruktif suka hancurkan barang, mengambil barang berharga untuk dijadikan uang sebagai modal, mengancam ke orang tua, bahkan menyakiti diri sendiri.

“Pada beberapa kasus ditemukan juga gangguan tidur atau insomnia, gangguan makan, gangguan kecemasan. Artinya dampak itu luar dalam, berisiko tinggi,” tegasnya.

Lebih lanjut Retno mengatakan, untuk keluar dari perilaku pelaku perlu proses panjang yang dilalui, dan point pentingnya harus bermula dari keinginan kuat.

Dengan begitu akan timbul beberapa dorongan lainnya, seperti mengisi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan positif yang mendukung proses pengembangan diri.

“Kemudian para orang tua, harus memahami kebutuhan psikologisnya. Dan yang terakhir jika sulit, rujuk ke psikolog klinis terdekat,” pungkasnya.(Cr1)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #Retno Lelyani Dewi #psikolog #game online terlarang