Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengenal Gejala Gangguan Jiwa Halusinasi, Bikin Penderitanya Kerap Mendengar Bisikan Gaib

Reka Faturachman • Sabtu, 7 Desember 2024 | 11:53 WIB
Psikiater yang juga Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi (PKJN RSMM) Bogor, dr Lahargo Kembaren.
Psikiater yang juga Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi (PKJN RSMM) Bogor, dr Lahargo Kembaren.

RADAR BOGOR - Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat diresahkan dengan tragedi pembunuhan yang didorong adanya halusinasi. Pelaku pembunuhan mengaku mendapat bisikan gaib untuk melakukan perbuatan sadis tersebut.

Menanggapi fenomena ini, Psikiater sekaligus Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi (PKJN RSMM) Bogor, dr Lahargo Kembaren berpendapat, bisikan yang didengar tanpa ada sumbernya atau dikenal dengan halusinasi ni adalah merupakan gejala gangguan jiwa.

Halusinasi ditandai dengan gangguan persepsi panca indera tanpa ada stimulus yang terjadi. Adanya halusinasi menunjukkan bahwa yang bersangkutan mengalami kesulitan dalam membedakan mana yang nyata atau tidak nyata. Gangguan ini disebut dengan Psikosis.

"Salah satu gejala Psikosis adalah halusinasi. Selain itu juga ada keyakinan, pikiran persepsi yang salah terhadap sesuatu hal yang tidak sesuai dengan kenyataan atau delusi, gangguan perilaku, perubahan mood, sering curiga, bicata yanh berulang dan tidak nyambung," jelasnya kepada Radar Bogor Sabtu (7/12/2024).

Dokter Lahargo menjelaskan, penyebab dari gangguan psikosis adalah adanya gangguan keseimbangan zat kimia di dalam saraf otak.

Gangguan keseimbangan ini bisa terjadi bila ada kelelahan fisik dan psikis disertai kapasitas mental yang kurang baik.

Ia memastikan psikosis bukanlah karena hal-hal yang gaib atau mistis melainkan sebuah gangguan medis.

Lahargo juga memastikan psikosis bukanlah akhir segalanya karena gangguan ini dapat disembuhkan dan dipulihkan.

"Hal yang dapat dilakukan keluarga penderita pertama menyediakan waktu untuk mendengar apa yang dirasakan. Kemudian berikan perhatian yang lebih dalam berbagai hal. Selanjutnya segera kurangi tingkat stresor yg dialami penderita," tuturnya.

Kemudian ia menyarankan keluarga penderita psikosis untuk segera membawa penderita ke psikiater untuk mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat. Lalu berkonsultasi secara rutin untuk pengaturan dosis obat dan psikoterapi. Serta mengatur pola hidup yang sehat.

"Psikosis merupakan gangguan kejiwaan yang bersifat sementara dan bisa dipulihkan. Tetaplah fokus pada program dan terapi yg sudah diberikan. Dukungan keluarga dan orang orang sekitar sangatlah penting untuk pemulihan," ucap Lahargo.(Fat)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#RS Marzoeki Mahdi #bogor #halusinasi #dr Lahargo Kembaren #gejala gangguan jiwa