Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengenal Fenomena Fomo di Kalangan Mahasiswa, Psikolog Asal Bogor Ungkap Dampak dan Pemicunya

Muhamad Rifki Fauzan • Kamis, 2 Januari 2025 | 15:34 WIB
Ilustrasi unggahan di media sosial. Fenomena fomo salah satu yang saat ini terjadi di masyarakat termasuk mahasiswa.
Ilustrasi unggahan di media sosial. Fenomena fomo salah satu yang saat ini terjadi di masyarakat termasuk mahasiswa.

RADAR BOGOR - Fomo atau fear of missing out merupakan fenoma yang tidak lagi lazim bagi kehidupan masyarakat Indonesia, terlebih mereka yang berasal dari kalangan mahasiswa, lalu apa kata psikolog asal Bogor terkait hal ini?

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Radar Bogor melalui hasil penelitian yang dilakukan Universitas Indonesia bahwa pada 2023 menunjukan hampir 70 persen mahasiswa mengaku fomo.

Kepala Biro Psikologi Rumah Cinta, Retno Lelyani Dewi, menjelaskan ia tidak heran jika fenomena fomo banyak terjadi di kalangan mahasiswa.

“Kondisi saat ini sangat mudah segala sesuatunya untuk diviralkan dan secara psikologis fomo adalah seseorang merasa takut ketingalan update, atau tend terbaru,” ujar Retno yang merupakan psikolog asal Bogor.

Retno menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan. Sebab, menurutnya jika fenomena ini terus terjadi terlebih di kalangan mahasiswa, maka akan menimbullkan rasa stres, cemas dan insecure.

“Misal jika ada postingan di media sosial, teman-temannya banyak menampilkan jalan-jalan ke Korea maka dampaknya yang bersangkutan jadi merasa stres, cemas, atau merasa insecure apabila ada topik jalan-jalan ke Korea,” ujarnya.

Meski begitu, Retno tidak menampik bahwa fenomena fomo di kalangan mahasiswa juga akan berdampak positif jika yang bersangkutan pandai mengendalikannya.

Terlebih kata Retno, mahasiswa yang didominasi oleh kalangan GenZ masih cenderung memiliki banyak ambisi. Sehingga mereka akan melakukan segala sesuatu untuk mencapai yang diinginnkannya.

“Jika yang bersangkutan tidak mampu secara ekonomi, boleh jadi yang bersangkutan mencari beasiswa untuk bisa ke Korea agar bisa memenuhi trend yang ada,” pungkasnya (rp1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #dampak #fomo #psikolog #mahasiswa