RADAR BOGOR, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, telah merumuskan 13 langkah strategis untuk mengendalikan inflasi.
Kebijakan Pemprov Jawa Barat ini pun mulai dijalankan Pemerintah Kota Bogor untuk mencegah adanya lonjakan inflasi.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi membeberkan 13 langkah tersebut di antaranya, pertama, berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jabar secara rutin setiap dua pekan sekali.
Kedua, melaporkan data perkembangan inflasi kepada TPID Provinsi Jabar. Ketiga melaporkan data perkembangan harga bahan pokok harian melalui aplikasi Silinda yang dibuat oleh Pemprov Jabar.
"Kami juga telah mengoperasional program Operasi Pasar Murah, pemenuhan kebutuhan pangan, serta pemantauan harga pangan dan migas dengan melakukan sidak langsung ke Pasar Anyar," terang Hanafi.
Kelima, Pemkot Bogor bekerja sama dengan pihak kepolisian mengaktivasi Satgas Pangan dan Migas untuk menghindari adanya penimbunan barang yang bisa membuat harga menjadi tidak terkendali.
Selanjutnya, mereka melakukan komunikasi publik dengan masyarakat. Lalu menggencarakan gerakan penghematan energi, serta gerakan tanam pangan cepat panen.
"Kami juga membangun kerja sama dengan daerah lain. Karena Kota Bogor bukan produsen sehingga perlu bekerja sama dengan wilayah produsen untuk memenuhi kebutuhan," terang Hanafi.
Kemudian Pemkot Bogor juga mengintensifkan jaringan pengaman sosial, pengelolaan terhadap unjuk rasa, membangun kepedulian sosial, dan terakhir pengelolaan keluhan masyarakat. (fat)
Editor : Alpin.