RADAR BOGOR - PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan IPB University melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).
Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan berfokus pada pengembangan riset terapan, inovasi teknologi budidaya, serta strategi hilirisasi yang dapat meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan Indonesia di pasar global.
Penandatanganan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Dies Natalis FPIK IPB ke-62, dengan tema besar "Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Daya Saing Komoditi Ekspor Hasil Perikanan dan Nilai Tambah (Hilirisasi) untuk Devisa dan Menggerakkan Ekonomi Rakyat".
Vice President of Partnership Agrinas Jaladri, Restu Prayogi menegaskan, kerja sama dengan IPB University adalah tonggak penting dalam perjalanan perusahaan.
"Hadirnya kami di sini adalah untuk menegaskan bahwa sinergi antara akademisi dan industri merupakan kunci dalam menghadapi tantangan global. Industri perikanan saat ini berhadapan dengan tuntutan keberlanjutan, persaingan ekspor, kebutuhan hilirisasi, hingga inovasi teknologi digital," ujarnya dalam acara Talkshow dan Temu Bisnis Perikanan dan Kelautan di Kampus IPB Dramaga, Jumat 19 September 2025.
Di sisi lain, kata dia, perguruan tinggi memiliki kekuatan riset, ide-ide segar, dan SDM muda yang siap berkontribusi.
"Karena itu, penandatanganan MoA hari ini menjadi langkah awal bagi Agrinas Jaladri dan IPB untuk bersama-sama mengembangkan riset, inovasi, dan kolaborasi strategis demi kemajuan sektor perikanan Indonesia," tegasnya.
Selain penandatanganan MoU, acara ini juga menghadirkan Talkshow Temu Bisnis Perikanan dan Kelautan yang mempertemukan akademisi, praktisi, pelaku usaha, dan pemerintah.
Diskusi ini membahas berbagai tantangan sekaligus peluang dalam hilirisasi produk perikanan, strategi meningkatkan daya saing ekspor, serta inovasi teknologi yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan.
Talkshow tersebut menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai strategi meningkatkan nilai tambah produk perikanan Indonesia.
Jika sebelumnya komoditas hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, hilirisasi memungkinkan produk diolah terlebih dahulu sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kontribusi pada devisa negara.
Melalui kerja sama ini, lanjut Restu Prayogi, Agrinas Jaladri mengajak seluruh pihak baik pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat untuk terus berkolaborasi.
Di samping menjadikan momentum Dies Natalis FPIK IPB ke-62 dan penandatanganan MoA ini sebagai pijakan menuju sektor perikanan Indonesia yang lebih tangguh, berdaya saing global, dan berkelanjutan.
"Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi contoh sinergi yang berhasil antara BUMN dan institusi pendidikan tinggi, sekaligus menjawab tantangan global terhadap perikanan berkelanjutan dan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan," pungkas Restu Prayogi.(cok)