Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menteri LH Nilai TPA Galuga Bogor Siap Kembangkan Waste to Energy, Groundbreaking Ditargetkan Awal 2026

Muhammad Ali • Minggu, 21 Desember 2025 | 13:28 WIB
Pantauan Radar Bogor di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Minggu 21 Desember 2025.
Pantauan Radar Bogor di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Minggu 21 Desember 2025.

RADAR BOGOR — Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menilai Pemkot dan Pemkab Bogor telah menunjukkan kesiapan cukup matang dalam penanganan sampah melalui skema waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik di TPA Galuga.

Hanif Faisol menyebutkan bahwa secara administratif proses pengembangan proyek waste to energy di TPA Galuga sudah relatif lengkap dan tinggal dilanjutkan dengan kajian-kajian teknis yang lebih detail.

“Kita melihat kesiapan Bapak Wali Kota Bogor dan Bapak Wakil Bupati Bogor terkait penanganan sampah di TPA Galuga melalui waste to energy. Perjalanan administrasinya sudah relatif lengkap, tinggal dilakukan kajian-kajian detail,” ujarnya kepada Radar Bogor, Minggu 21 Desember 2025.

Ia menjelaskan, proses pengadaan barang dan jasa (PBJ) saat ini telah ditangani oleh masing-masing pemerintah daerah dan sedang berjalan, sejumlah unit bahkan telah masuk tahap klarifikasi untuk melanjutkan ke proses berikutnya.

Hanif menekankan pentingnya kesiapan lokasi sejak awal, mulai dari kondisi lahan, akses jalan, hingga kedekatannya dengan aliran sungai. Hal tersebut menjadi perhatian utama agar proyek tidak menemui kendala pada tahap pelaksanaan.

“Kita tentu tidak berharap ketika proyeknya sudah final, ternyata tidak bisa dieksekusi. Pada beberapa kasus, kegiatan tidak dapat dioperasionalkan karena kajian lingkungan dan sosialnya tidak dilakukan secara matang,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi peningkatan signifikan penanganan sampah di Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor yang dinilai memiliki capaian cukup baik.

Namun demikian, Hanif meminta agar kapasitas seluruh komponen pendukung pengelolaan sampah terus ditingkatkan.

Menurutnya, persoalan sampah di wilayah Bogor sangat krusial karena berada di kawasan hulu sejumlah sungai besar, seperti Cisadane, Pesanggrahan, dan Ciliwung, yang mengalir ke wilayah Tangerang, Depok, hingga Jakarta.

“Kesembronoan kita dalam mengelola wilayah hulu sungai akan berakibat fatal bagi daerah hilir. Karena itu, peran Bogor sangat penting bagi kehidupan Jakarta dan sekitarnya,” tuturnya.

Terkait dampak terhadap lahan warga, Hanif memastikan bahwa proyek tersebut akan melalui kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Ia menyebutkan lahan seluas lebih dari lima hektare telah disiapkan oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor melalui kerja sama antardaerah dan telah dikaji secara mendalam.

“Ini memang harus selesai, timbulan sampah di Kota dan Kabupaten Bogor hampir mencapai empat ribu ton per hari, sehingga harus kita tangani bersama-sama,” jelasnya.

Terkait target pelaksanaan, Hanif menyebutkan bahwa groundbreaking proyek waste to energy di TPA Galuga ini ditargetkan dapat dilakukan pada awal 2026 dengan pendampingan dari Danantara.

Meski demikian, proses hingga operasional penuh diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

“Menuju dua tahun itu masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh Bapak Wakil Bupati dan Bapak Wali Kota, masalah sampah sudah darurat, ayo kita kejar sekarang,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait besaran energi listrik yang akan dihasilkan, Hanif mengatakan perhitungannya akan dilakukan oleh Danantara dengan dukungan subsidi langsung dari pemerintah pusat. (cr1)

Editor : Yosep Awaludin
#pengelolaan sampah #Hanif Faisol #tpa galuga