RADAR BOGOR - Pengurus Alisa Khadijah ICMI Kota dan Kabupaten Bogor resmi dialantik di Gedung BSI Pajajaran, Kota Bogor, Jumat 13 Februari 2026.
Momen ini dinilai bersejarah. Sebab dua kepengurusan dilantik dalam waktu yang bersamaan. Langkah tersebut menjadi bukti bahwa keduanya memiliki misi yang sama.
Ketua Alisa Khadijah ICMI Kota Bogor, Haiva Musdaliva menjelaskan jabatan yang kini melekat padanya merupakan amanah besar.
Di bawah komadonya, Alisa Khadijah Kota Bogor akan berfokus untuk mencetak muslimah yang mandiri dan berdaya. Namun misi ini disebutnya tidak mudah.
Salah satu tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah maraknya pelaku UMKM, terutama anak muda, yang terjerat pinjaman online (pinjol).
"Harapannya ke depan kita bisa menghasilkan program berdampak besar bagi UMKM di Bogor. Terkait isu pinjol yang cukup tinggi, kami ingin membantu menekan hal tersebut," jelasnya.
Sementara itu Ketua Alisa Khadijah Kabupaten Bogor, Dewi Puspa Sari, menekankan pentingnya kolaborasi antara wilayah Kota dan Kabupaten.
Meski baru memiliki 20 anggota dan pengurus, Dewi optimistis dapat segera mensosialisasikan organisasi ini ke berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor.
"Program terdekat kami adalah menyelenggarakan Bazar Halal Ramadan UMKM bekerja sama dengan BSI di lima titik di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor" terang Dewi.
Dewi menuturkan program tersebut direncanakan bakal menggandeng berbagai organisasi masyrakat lain. Satu diantaranya Basolia dan ICMI.
Keberadaan Alisa Khadijah disambut baik Pemerintah Kota Bogor. Asisten Administrasi Umum Setda Kota Bogor, Iceu Pudjiastuti hadir dalam pelantikan tersebut.
Iceu memberikan garansi, Pemerintah Kota Bogor siap menjadi mitra startegis dalam mendukung pengembangan dan pelaku usaha khusunya UMKM.
"Banyak PR yang harus diselesaikan terkait ekonomi masyarakat dan UMKM. Kami siap berkolaborasi karena program pemerintah tentunya harus didukung oleh asosiasi seperti Bapak dan Ibu sebagai mitra kerja," pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.