Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Umroh di Tengah Konflik Timur Tengah, Cerita Pengalaman Jamaah Asal Bogor yang Pasrah di Madinah

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 3 Maret 2026 | 13:41 WIB

Jamaah umroh asal Bogor yang ada di Madinah.
Jamaah umroh asal Bogor yang ada di Madinah.

RADAR BOGOR - Langit Timur Tengah kembali memanas akibat konflik yang terjadi baru-baru ini. Suasana itu diutarakan oleh jamaah umroh asal Bogor, Asep Faizal Rahman, yang kini lagi berada di Madinah.

Ini merupakan pengalam pertamanya. Ia berangkat umroh bersama jamaah dari Bogor lainnya, sejak Sabtu pagi dan tiba sore harinya.

Saat kabar adanya konflik itu, posisi dirinya dan ratusan jamaah asal Bogor yang bersama, masih di udara. Asep mengibaratkan mungkin saja baru pertengahan jalan. Namun ia tidak diberi informasi apapun oleh petugas.

Telinganya hanya mendengar peringatan penggunaan sabuk pengaman. Situasi di kabin sempat membuat jantung berdegup. Tanpa tahu apa yang terjadi.

“Kita tidak diberi tahu informasi apaoun saat diutara. Kita hanya diminta unruk menggunakan Shit Bell dan tidak semenakutkan yang dibayangkan,” katanya.

Informasi adanya penyerangan baru ia terima setelah mendarat di Jeddah. Di tengah kabar yang simpang siur, ia dan rombongan hanya bisa menengadahkan tangan.

Ada sedikit perubahan prosedur setibanya di bandara. Biasanya, jemaah bisa menggunakan kereta bandara menuju imigrasi. Namun kali ini akses tersebut dibatasi.

“Kemarin tidak boleh. Yang boleh hanya domestik, warga Saudi saja. Jadi kita jalan sekitar dua sampai tiga kilometer,” jelasnya.

Di beberapa titik, pengamanan terlihat lebih banyak. Asep bahkan sempat melihat satu gerbong kereta yang dipenuhi tentara.

“Mungkin untuk keamanan saja,” ujarnya.

Meski demikian, suasana di Madinah tetap kondusif. Tak ada kepanikan massal. Aktivitas ibadah berjalan seperti biasa. Jemaah dari berbagai negara tetap memadati masjid.

“Di sini alhamdulillah normal seperti biasa, tidak ada perbedaan signifikan,” katanya.

Asep datang bersama 13 orang menggunakan Sajdah Tour. Sebanyak 11 di antaranya berasal dari Bandung. Ia menjadi satu-satunya peserta dari Bogor.

Rangkaian ibadah pun tetap berjalan. City tour telah dilaksanakan ke sejumlah lokasi bersejarah. Mulai dari Masjid Quba, Jabal Uhud, hingga kebun kurma.

“Alhamdulillah lancar semua. Besok menuju Makkah,” ujarnya.

Rasa khawatir, Ia tak menampiknya. Dalam situasi konflik, kekhawatiran adalah hal yang manusiawi. Namun ia memilih bersikap tenang.

“Persoalan khawatir pasti ada. Tapi kita di sini bertindaknya tenang saja. Berdoa. Travel juga sudah memberikan data kita ke Kedubes RI,” katanya.

Baginya, ketika kaki sudah menginjak Tanah Suci, ada rasa pasrah yang berbeda. Seolah hati telah disiapkan untuk menerima apa pun.

“Kita kalau sudah di sini rasanya sudah siap menerima kondisi apa pun,” tuturnya mantap.

Asep dijadwalkan berada di Arab Saudi hingga 10 Maret. Di tengah eskalasi yang terus dipantau dunia, ia memastikan satu hal dari pelataran Nabawi: suasana tetap aman.

“Aman, normal-normal saja,” pungkasnya.

Di saat banyak orang mencemaskan konflik dari kejauhan, Asep justru menemukan ketenangan di antara lantunan doa. Di bawah Nabawi, ia belajar bahwa badai meski disikapi dengan tenang. (bay)

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #jamaah #umroh #madinah