Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bogor Terasa Lebih Panas dalam Beberapa Hari Terakhir, BMKG Ungkap Penyebabnya

Reka Faturachman • Senin, 16 Maret 2026 | 10:55 WIB

Ilustrasi Cuaca Panas
Ilustrasi Cuaca Panas

RADAR BOGOR - Wilayah Bogor terasa lebih panas dalam beberapa hari terakhir. Terutama pada waktu pagi hingga siang hari.

BMKG membenarkan hal tersebut. Forecaster on Duty, Stasiun Klimatologi Jawa Barat, BMKG, Leni Jantika menerangkan, secara umum dalam beberapa hari terakhir memang terasa lebih panas terutama pada pagi hingga menjelang siang hari di wilayah Bogor.

Fenomena suhu terasa lebih panas ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang cenderung cerah pada pagi hari, sehingga penyinaran matahari dapat langsung mencapai permukaan.

"Namun dari sisi data pengamatan, suhu udara masih berada pada kisaran normal untuk periode bulan Maret, sehingga yang dirasakan masyarakat lebih kepada sensasi panas karena intensitas penyinaran matahari yang cukup kuat saat tutupan awan masih minim," ujarnya kepada Radar Bogor.

Lebih jauh, Leni memaparkan, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kondisi panas yang dirasakan beberapa hari terakhir di wilayah Bogor.

Pertama, pada periode bulan Maret ini, atmosfer mulai menunjukkan pola peralihan menuju musim kemarau. Wilayah Bogor sendiri termasuk pola hujan tipe monsunal (tipe I) yang pada dasarnya masih memiliki potensi hujan cukup tinggi pada periode ini.

Namun saat memasuki masa peralihan, waktu kejadian hujan cenderung bergeser menjadi lebih sering pada siang hingga sore atau malam hari.

Akibatnya, pada pagi hingga menjelang siang hari kondisi cuaca seringkali masih cerah atau cerah berawan, berbeda dengan saat puncak musim hujan ketika sejak pagi hari sudah sering terpantau awan tebal.

Kondisi pagi yang relatif lebih cerah inilah yang membuat penyinaran matahari lebih maksimal sehingga suhu terasa lebih panas.

Selanjutnya, fenomena ini juga disebabkan tutupan awan yang masih sedikit pada pagi hari. Karena, pada pagi hari pertumbuhan awan hujan biasanya belum berkembang, sehingga radiasi matahari dapat memanaskan permukaan secara lebih maksimal.

Penyebab ketiga, menurut Leni ialah pemanasan permukaan yang memicu awan konvektif di siang–sore hari.

Pemanasan yang kuat pada pagi hingga siang hari justru menjadi sumber energi untuk pembentukan awan konvektif, yang kemudian sering memicu hujan pada siang hingga sore hari di wilayah Bogor dan sekitarnya.

"Kesimpulannya, kondisi panas yang dirasakan beberapa hari terakhir lebih dipengaruhi oleh cuaca pagi yang relatif cerah dan pola hujan yang bergeser ke siang–sore hari, dan hal ini cukup umum terjadi pada periode bulan Maret," terang dia.

Dirinya mengimbau, jika masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada pagi hingga siang hari, agar menjaga hidrasi, menggunakan pelindung dari sinar matahari, dan memperhatikan potensi hujan pada siang hingga sore hari. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #panas #bmkg