RADAR BOGOR - Pembatasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bogor dipastikan tidak berlaku. Ketersediaan BBM di wilayah ini pun digaransi aman. Hal itu diungkapkan Wakil Sekretaris Hiswana Migas Bogor, Audryan Firandi.
“Pembatasan BBM tidak ada. Untuk ketersediaan kami oke semua. Stok untuk all varian bisa kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Wakil Sekretaris Hiswana Migas Bogor saat ditemui Radar Bogor, Selasa, 1 April 2026.
Menurut Wakil Sekretaris Hiswana Migas Bogor itu, SPBU selalu membeli BBM sebelum stok di depotnya habis. Pemerintah dipastikan akan mengakomodir kebutuhan BBM untuk masyarakat.
Baca Juga: Bikin Kumuh, 30 Lapak PKL di Jalan Sumeru Kota Bogor Dihancurkan
“Jadi maksudnya, SPBU selalu melakukan transaksi pembelian BBM sebelum stoknya habis, umumnya setiap hari hal tersebut dilakukan oleh SPBU," kata dia.
Audryan juga menyebut, Pertamina selalu menghimbau SPBU untuk selalu memastikan dan memaksimalkan stok, sampai saat ini juga tidak ada kendala atas proses distribusi BBM dari Pertamina sampai ke titik SPBU, sehingga kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.
Stok rata-rata masing-masing jenis BBM berada diangka 16 sampai 20 Kl atau 16 ribu hingga 20 ribu liter di setiap titik SPBU setiap harinya.
Warga Bogor diminta untuk tidak panik atas isu yang beredar.
“Stok rata-rata SPBU setiap harinya, untuk Pertalite itu 20 sampai 40 ribu liter, Pertamax series 16 sampai 20 ribu liter, Bio Solar 8 sampai 16 ribu liter, lalu untuk Pertamina Dex ada di 2 sampai 3 ribu liter,” beber Audryan saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Audryan tidak mengetahui pasti rincian harga masing-masing jenis BBM. Hal itu menjadi kewenangan Pertamina dan pihaknya siap menyesuaiakan ketentuan yang diberikan.
“Sepertinya tidak akan meresahkan masyarakat. Saya yakin pemerintah tidak akan tinggal diam, tidak mungkin membiarkan masyarakat membeli harga BBM diluar kemampuannya,” ujar Audryan.
Baca Juga: Rating Melejit, Drakor ‘Phantom Lawyer' Bikin Penonton Tak Berkedip, Ini Rahasia di Baliknya
Saat ini kondisi masing-masing SPBU di Bogor dipastikan sudah jauh lebih kondusif. Bahkan trafic pembelian BBM cenderung menurun apalagi SPBU yang ada di pusat kota.
“Di Kota Bogor itu 30 SPBU, Kabupaten Bogor 132. Saat ini kondisinya cenderung landai. Setelah panic buying beberapa titik trafficnya turun terutama yang ada di pusat kota,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga