Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sensor Banjir Berbasis IoT Dipasang di Hulu Bogor, Wamen PU Dorong Integrasi Nasional

Muhammad Ali • Kamis, 16 April 2026 | 09:59 WIB
Wamen PU, Ir. Diana Kusumastuti saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor, Rabu, 15 April 2026. Foto: Muhammad Ali/Radar Bogor
Wamen PU, Ir. Diana Kusumastuti saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor, Rabu, 15 April 2026. Foto: Muhammad Ali/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Perangkat peringatan dini banjir berupa Automatic Water Level Recorder (AWLR) dan alat ukur curah hujan berbasis Internet of Things (IoT) di hulu Sungai Cileungsi dan Cikeas Bogor, mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Ir. Diana Kusumastuti.

Sensor banjir milik Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) bersama AIM Analytics Malaysia di Bogor itu, didorong Wamen PU dapat terhubung dengan sistem informasi milik pemerintah.

Wamen PU menyebutkan bahwa inisiatif sensor banjir di Bogor ini lahir dari masyarakat, khususnya KP2C, yang berkolaborasi dengan mitra dari Malaysia, bukan berasal dari program pemerintah.

Baca Juga: Bikin Betah Gak Mau Pulang, Saung Luhur Puncak Bogor Tawarkan Pesona Hamparan Sawah Hijau dan Prasmanan yang Bikin Perut Kenyang

Meski begitu, pemerintah menyambut positif upaya tersebut. Ia berharap perangkat yang telah dipasang bisa diintegrasikan dengan sistem pemerintah guna memperkuat upaya mitigasi bencana, terutama bagi masyarakat di sepanjang aliran sungai.

Menurutnya, keberadaan sistem ini memungkinkan informasi banjir dapat disampaikan lebih cepat saat terjadi hujan deras, sehingga masyarakat memiliki waktu untuk melakukan antisipasi dan meminimalkan risiko korban.

Diana menjelaskan, teknologi berbasis IoT ini merupakan bagian dari sistem peringatan dini yang berperan penting dalam penanganan banjir.

Baca Juga: Akhirnya! KAI Bangun Kanopi di Stasiun Bogor, Penumpang Tak Lagi Kepanasan

Alat tersebut mampu memantau berbagai data secara real time, mulai dari debit air, ketinggian muka air, hingga intensitas curah hujan.

Selain itu, sistem ini juga dapat memperkirakan waktu tempuh aliran air menuju wilayah hilir, termasuk kawasan permukiman warga. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui kapan potensi banjir akan terjadi dan bersiap lebih awal.

Ia menambahkan, pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebenarnya telah memiliki perangkat serupa.

Baca Juga: Pesanan Genteng Plered Meledak, Dedi Mulyadi Dorong Upah Buruh Naik, Gubernur Jawa Barat: Target Minimal Rp50 Ribu per Hari

Namun, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi serta meningkatkan kesiapsiagaan.

Menurutnya, sinergi seperti ini akan memberikan rasa aman yang lebih besar bagi masyarakat, sekaligus memperkuat penyebaran informasi terkait potensi bencana secara lebih luas.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#wamen pu #bogo #banjir