RADAR BOGOR - Limbah dari industri perikanan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini diolah menjadi produk bernilai tinggi berupa minuman kolagen.
Inovasi ini dikembangkan oleh Guru Besar IPB University Bogor, Prof Mala Nurilmala, melalui produk kolagen berbasis ikan bernama Collagel.
"Kolagen adalah protein bernilai tinggi yang banyak digunakan dalam industri pangan, kosmetik, kesehatan, hingga nutraceutical," sebutnya.
Limbah ikan seperti kulit, tulang, sisik, dan gelembung renang sebenarnya kaya akan protein dan kolagen.
Namun selama ini, bahan-bahan tersebut umumnya hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau produk sederhana seperti kerupuk kulit.
Sementara itu, Indonesia masih bergantung pada impor kolagen berbahan dasar babi atau sapi yang belum tentu terjamin kehalalannya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Collagel resmi diluncurkan pada Februari 2025. Produk ini telah memperoleh izin edar dari BPOM serta sertifikasi halal dari BPJPH.
Pengembangannya kini diperluas melalui varian minuman baru bernama “Collagen Z” yang hadir dalam berbagai rasa, seperti kopi, matcha, mangga, dan berry.
Inovasi ini turut melibatkan PT Telkom Indonesia Tbk melalui Divisi Social Responsibility Center, bekerja sama dengan Yayasan SayHI dan Halal Science Center (HSC) IPB University.
Kolaborasi ini juga diwujudkan melalui pelatihan dan workshop bagi pemuda serta ibu-ibu PKK di wilayah Bogor dan Jakarta.
Para peserta dibekali pengetahuan mulai dari manajemen produksi, pemasaran digital, hingga pencatatan usaha berbasis teknologi.
Selain itu, mereka juga difasilitasi sarana penjualan seperti booth dan sepeda motor roda tiga untuk mendukung pemasaran produk Collagen Z.
Manager Business, Government, Enterprise Service Manager PT Telkom Indonesia, Noviana Putri Kusumasari, menyatakan bahwa inovasi ini tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi.
Tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan melalui konsep ekonomi sirkular dan keberlanjutan.
Kerja sama antara Halal Science Center IPB, Yayasan SayHI, dan Telkom Indonesia ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular.
Tak hanya membuka peluang usaha baru, pemanfaatan limbah perikanan menjadi produk kolagen juga dinilai mampu mengurangi pencemaran lingkungan.
Program ini pun berpotensi untuk direplikasi di berbagai daerah guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta memperkuat ekosistem halal di Indonesia.
Editor : Siti Dewi Yanti