RADAR BOGOR - Kasus dugaan perbuatan berbahaya di daycare mendapat perhatian dari Kepala Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University Bogor, Yulina Eva Riany.
Ia menilai peristiwa semacam ini berpotensi menimbulkan dampak serius bagi perkembangan psikologis anak.
Menurut Yulina, pengalaman di masa awal kehidupan sangat berpengaruh terhadap cara anak memandang dunia.
"Usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan rasa aman, kemampuan mengatur emosi, kelekatan, serta kepercayaan dasar," ungkapnya.
Baca Juga: Mobil LCGC Terguling di Tol Jagorawi KM 30 Citeureup Bogor, Kronologi Bikin Merinding
Jika sosok pengasuh justru menjadi sumber ancaman, anak dapat mengalami kebingungan emosional dan menganggap lingkungannya tidak aman.
Yulina menjelaskan bahwa dalam teori attachment yang diperkenalkan oleh John Bowlby, anak membutuhkan figur pengasuh yang konsisten, responsif, dan mampu memberikan rasa aman.
Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi, hubungan dasar anak dengan lingkungannya bisa terganggu.
Hal tersebut juga sejalan dengan teori perkembangan psikososial dari Erik Erikson, khususnya tahap trust vs mistrust pada usia 0–2 tahun.
Pada fase ini, anak mulai belajar mempercayai orang lain. Jika justru mengalami kekerasan dari pengasuh, proses pembentukan kepercayaan tersebut dapat rusak, sehingga anak memandang lingkungan sebagai sesuatu yang tidak dapat dipercaya.
Dampak Biologis dan Psikologis
Dampak kekerasan tidak hanya terlihat secara emosional, tetapi juga secara biologis.
Dampak jangka pendek, anak bisa menunjukkan rasa takut berlebihan, sering menangis tanpa alasan jelas, sulit tidur, mengalami mimpi buruk, hingga regresi seperti kembali mengompol.
Selain itu, anak dapat menjadi lebih rewel, enggan berpisah dari orang tua, atau tiba-tiba takut pergi ke daycare.
Baca Juga: 34 Atlet Basket Kota Bogor Lolos Seleksi Tahap 2 Popwilda Jawa Barat 2026
Jika pengalaman traumatis terjadi berulang, kondisi ini bisa memicu toxic stress, yaitu stres berkepanjangan tanpa dukungan emosional yang memadai. Hal ini berisiko memengaruhi perkembangan otak serta kesehatan mental anak di masa depan.
Dalam jangka panjang, dampaknya dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan, kesulitan membangun kepercayaan, masalah perilaku, hingga trauma berkepanjangan.
Temuan dari Centers for Disease Control and Prevention juga menunjukkan bahwa pengalaman buruk di masa kecil (ACEs) berkaitan erat dengan kesehatan mental dan fisik hingga dewasa.
Pada anak usia toddler, trauma sering kali tidak diungkapkan secara verbal, melainkan melalui perubahan perilaku.
Baca Juga: Solusi Atasi Macet Bogor Barat, Jalan Lingkar Leuwiliang Rancabungur Segera Dibangun
Anak bisa menjadi lebih agresif, menarik diri, kehilangan minat bermain, atau justru sangat pendiam. Bahkan, mereka dapat mengulang pengalaman menakutkan melalui permainan.
Menurut National Child Traumatic Stress Network, trauma dan gangguan attachment dapat membuat anak kesulitan mengatur serta mengekspresikan emosi.
Karena itu, orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku anak setelah dititipkan di daycare.
Pentingnya Pengawasan dan Kepercayaan
Yulina juga menyoroti munculnya krisis kepercayaan akibat kasus ini, namun menegaskan bahwa kepercayaan tetap bisa dibangun dengan pendekatan yang lebih hati-hati.
Kepercayaan harus didasarkan pada verifikasi, seperti memastikan legalitas, kualitas pengasuh, serta sistem pengawasan yang jelas.
Langkah yang bisa dilakukan orang tua antara lain mengamati langsung lingkungan daycare, memastikan adanya standar operasional (SOP), serta menjalin komunikasi rutin dengan pengelola.
Transparansi seperti laporan harian dan akses pemantauan menjadi hal yang penting.
Ia menegaskan bahwa daycare seharusnya tidak hanya menjadi tempat penitipan, tetapi juga bagian dari ekosistem pengasuhan anak usia dini.
Pengasuh tidak cukup hanya menyukai anak, tetapi juga harus memahami perkembangan emosi, komunikasi, serta prinsip perlindungan anak.
Selain itu, peran pemerintah juga dinilai krusial dalam hal standardisasi, akreditasi, dan pengawasan daycare.
Pengalaman di usia dini akan membentuk fondasi kehidupan anak. Jika lingkungannya aman, daycare dapat mendukung tumbuh kembang secara optimal.
Sebaliknya, jika tidak, dampaknya bisa berlangsung panjang hingga masa depan.
Editor : Siti Dewi Yanti