Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Perlu ke Bali, Bogor Punya Spot Sawah Estetik Mirip Ubud Berlatar Gunung Salak

Khairunnisa RB • Kamis, 25 Juni 2026 | 20:01 WIB

Pemandangan Agro Eduwisata Organik Mulyaharja Bogor (wisatamulyaharja.com)
Pemandangan Agro Eduwisata Organik Mulyaharja Bogor (wisatamulyaharja.com)

RADAR BOGOR – Siapa sangka, di balik padatnya lanskap perkotaan dan modernisasi yang melanda Kota Bogor, masih ada satu sudut tersembunyi yang menyimpan kearifan lokal berbalut hamparan hijau yang megah. 

Jika Anda merindukan suasana pedesaan khas Ubud di Bali lengkap dengan petak sawah bertingkat, udara bersih, dan latar gunung yang menjulang tinggi Anda tidak perlu terbang jauh melintasi pulau.

Memasuki pertengahan tahun 2026, sebuah destinasi yang dikenal dengan nama Agro Eduwisata Organik (AEWO) Mulyaharja semakin menancapkan taringnya sebagai primadona pariwisata baru. 

Baca Juga: Bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ayah Taufik Hidayat Ceritakan Ini

Terletak di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, destinasi ini menyajikan kontras yang luar biasa, atmosfer pedesaan murni yang begitu asri, namun hanya berjarak beberapa kilometer saja dari pusat kota yang sibuk.  

"Ubud-nya Bogor": Sawah Organik Berlatar Gunung Salak

Daya tarik utama yang membuat AEWO Mulyaharja begitu memikat dan bikin penasaran jutaan pasang mata di media sosial adalah bentangan sawah organiknya seluas puluhan hektare. 

Sejak mulai ditanami padi organik secara serius, kawasan ini terus bertransformasi. 

Baca Juga: 600 Anak Yatim Diajak ke Pantai Anyer, Anggota DPRD Kota Bogor Tebar Kebahagiaan di 10 Muharram

Di sini, wisatawan akan dimanjakan oleh sejauh mata memandang karpet hijau (atau kuning keemasan saat musim panen) yang berpadu serasi dengan kokohnya siluet Gunung Salak di latar belakang.  

Pengelola telah membangun jalur trekking berupa jembatan kayu yang tertata rapi di atas persawahan. 

Jalur ini mempermudah pengunjung untuk berjalan kaki santai ke tengah sawah, menghirup aroma tanah yang basah, sekaligus berburu foto ikonik yang sangat Instagramable tanpa merusak tanaman padi milik petani lokal.  

Baca Juga: Kerugian Negara Rp9,1 Miliar, DPRD Kabupaten Bogor Dorong Kasus RSUD Bogor Utara Diusut Tuntas

Bukan Sekadar Berfoto: Edukasi Bertani Hingga Budaya "Lembur Sawah"

Mulyaharja mengusung konsep agro edu-tourism, yang berarti setiap pengunjung diajak untuk tidak sekadar datang dan pergi membawa foto bagus. 

Bagi keluarga yang membawa anak-anak, tempat ini menyediakan paket wisata edutrip yang sangat edukatif yakni belajar menanam dan memanen padi.

Anak-anak perkotaan bisa merasakan langsung pengalaman turun ke lumpur, menanam bibit padi, hingga ikut dalam pesta panen raya jika datang di waktu yang tepat.  

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 3 Segera Cair, KPM Wajib Penuhi Syarat Ini

Edukasi Peternakan Tradisional

Fasilitas pelengkap seperti kandang domba, kolam budidaya lele, hingga sistem pembuatan biogas dari kotoran sapi menjadi laboratorium alam yang sangat menarik untuk dipelajari.  

Agro-Heritage di Lembur Sawah

Area Mulyaharja juga mencakup Kampung Wisata Lembur Sawah yang kental dengan adat Pasundan. 

Pengunjung bisa melihat situs warisan (heritage) setempat, menikmati arsitektur rumah adat Sunda, hingga menyaksikan festival budaya tahunan seperti Sidekah Bumi.  

Baca Juga: Tebing Batutulis Bogor Segera Ditangani, BTP Bandung Targetkan Pengerjaan Dimulai Tahun 2026

Kulineran Murah

Ngopi di Tengah Sawah dan Nasi Liwet AutentikLiburan tentu belum lengkap tanpa memanjakan lidah. 

Di tahun 2026 ini, kawasan kuliner di Mulyaharja tampil makin ciamik dengan kehadiran kedai-kedai kopi estetik (coffee shop) dan saung-saung makan tradisional yang dikelola langsung oleh ibu-ibu warga lokal.  

Menikmati paket Nasi Liwet hangat lengkap dengan lauk pauk khas Sunda di atas saung bambu, sambil diterpa angin sawah yang sepoi-sepoi, menawarkan tingkat kepuasan tersendiri yang sulit ditemukan di restoran bintang lima. 

Setelah kenyang, Anda bisa melipir ke area kedai kopi untuk menyeruput kopi arabika lokal di tengah sawah yang tenang.  

Baca Juga: Sekolah Rakyat Jasinga Bogor Mulai Disosialisasikan, Disiapkan Tampung Hingga 1.000 Siswa

Sukses Melangkah ke Era Digitalisasi DesaSalah satu lompatan besar yang membuat AEWO Mulyaharja diakui sebagai salah satu "Desa Wisata Kategori Maju" di Indonesia adalah keberhasilannya dalam mengadopsi teknologi digital. 

Di tahun 2026, sistem reservasi paket wisata dan informasi seputar ketersediaan spot edukasi kini sudah bisa diakses dengan mudah secara daring via platform web dan media sosial.  

Langkah digitalisasi ini tidak menghilangkan kearifan lokalnya, melainkan mempermudah para backpackers maupun wisatawan rombongan untuk merencanakan liburan mereka tanpa ribet.  

Informasi Perjalanan & Harga Tiket

Meskipun menyuguhkan keindahan alam yang eksklusif, liburan ke tempat ini sama sekali tidak menguras kantong. 

Berikut detail ringkas operasional AEWO Mulyaharja terbaru

Baca Juga: Motor Hantam Angkot Bogor Parkir di Tajur, Pengendara Dilarikan ke Rumah Sakit

Lokasi: RT.05/RW.01, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.  

Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 s.d. 17.00 WIB.  

Harga Tiket Masuk: Sangat terjangkau, hanya sekitar Rp10.000 saja per orang (belum termasuk paket edukasi atau kuliner).  

Jika akhir pekan ini Anda ingin menyembuhkan kejenuhan pikiran (healing) dengan memandangi hamparan hijau berlatar gunung tanpa perlu pusing memikirkan kemacetan parah di jalur luar kota, segeralah meluncur ke Agro Eduwisata Organik Mulyaharja.***

Editor : Khairunnisa RB
#bogor #bali #ubud #sawah