RADAR BOGOR – Temuan titik panas di kawasan Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Kabupaten Cianjur, menjadi perhatian setelah terdeteksi melalui pemantauan drone thermal.
Titik panas tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas Kawah Wadon, Gunung Gede yang hingga kini masih berlangsung.
Dosen Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB) Ir. Niniek Rina Herdianita mengatakan, panas yang terdeteksi kemungkinan berasal dari keluaran panas atau gas dari bawah permukaan Kawah Wadon, Gunung Gede.
Baca Juga: Bansos PKH Tahap 3 Masih Disalurkan, Cek Status KPM, Desil Ini Jadi Prioritas
“Kemungkinan ini adalah aktivitas Kawah Wadon yang memang masih aktif,” ujar Niniek, Minggu, 16 Agustus 2026.
Menurutnya, temuan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan langsung ke lokasi. Langkah itu diperlukan untuk mengetahui sumber titik panas sekaligus karakteristik fenomena yang terjadi.
Niniek juga menyarankan pemeriksaan terhadap kandungan gas di sekitar lokasi. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan munculnya hidrogen sulfida (H2S), termasuk gejala yang dirasakan manusia seperti pusing atau mata terasa perih.
Baca Juga: Hendak Ambil Bola, Bocah 9 Tahun di Ciomas Bogor Malah Terperosok ke Sumur Sedalam 10 Meter
“Coba minta bantuan Pengamat Gunung Api untuk memeriksa gasnya,” katanya.
Selain dugaan keluarnya panas atau gas dari bawah permukaan, kemungkinan adanya material organik yang terbakar juga masih terbuka. Namun, Niniek menilai kemungkinan tersebut relatif kecil jika melihat kondisi batuan di sekitar Kawah Wadon.
Karena itu, pemeriksaan disarankan dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi dan peralatan memadai dengan tetap memperhatikan keselamatan.
Informasi mengenai titik panas tersebut telah disampaikan kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat laporan mengenai bualan fumarola di kawasan Kawah Wadon.
Kawasan tersebut juga tercatat sebagai lokasi dengan suhu tertinggi berdasarkan analisis drone thermal yang dilakukan Balai Besar TNGGP.
Baca Juga: Dari Parung Panjang Bogor, Anyaman Bambu Tampil di Jambore Nasional
Namun, hingga Minggu, 16 Agustus 2026, PVMBG belum melakukan pemeriksaan langsung. Tim geokimia masih berada di Gunung Bromo dan dijadwalkan melakukan pemeriksaan ke Kawah Wadon setelah kembali.
Pemeriksaan lapangan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi gas, suhu, serta karakteristik fenomena di sekitar titik panas.
Kegempaan Gunung Gede Masih Level I
Di sisi lain, berdasarkan pemantauan PVMBG selama periode 1–15 Agustus 2026, tidak tercatat adanya peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Gede. Dalam periode tersebut hanya tercatat dua kali gempa vulkanik dalam.
Ketua Pengamat Gunung Api Gede Ciloto, Hartanto Prawiro, menyebut aktivitas kegempaan Gunung Gede masih berada dalam kondisi aktif normal atau Level I.
Baca Juga: Fakta Penghasilan Driver Ojol di Kota Bogor yang Banyak Diisukan Meningkat 3 Kali Lipat
“Kegempaan aktivitas Gunung Api Gede masih dalam kondisi aktif normal (Level I),” tuturnya.
Hartanto mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah fenomena di Kawah Wadon berkaitan dengan rekahan maupun keluarnya uap dari bawah permukaan.
“Kami sedang menunggu tim ahli dari Badan Geologi untuk penelitian dan survei ke lokasi,” tambahnya.
Dengan demikian, temuan titik panas dan laporan bualan fumarola di Kawah Wadon masih membutuhkan verifikasi langsung oleh tim ahli untuk memastikan sumber serta karakteristik aktivitas yang terjadi.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga