INAIS Bogor Gandeng IPB University, Kawasan Wakaf 72 Hektare Bakal Dikembangkan

Septi Nulawam Harahap • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 21:56 WIB
Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor dan IPB University menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga berbagai kegiatan lain yang disepakati bersama. Foto: INAIS
Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor dan IPB University menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga berbagai kegiatan lain yang disepakati bersama. Foto: INAIS

RADAR BOGOR – Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor dan IPB University resmi memperkuat kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Rabu, 2 September 2026.

Kesepahaman INAIS Bogor dan IPB University tersebut menjadi langkah strategis bagi kedua perguruan tinggi untuk membuka lebih banyak peluang kolaborasi, mulai dari bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga berbagai program lain yang disepakati bersama.

MoU ditandatangani Rektor INAIS Bogor Prof. Dr. Farah Fahma dan Wakil Rektor Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama dan Alumni IPB University Prof. Dr. Ir. Iskandar Z. Siregar.

Baca Juga: 8 Bulan Pascabencana, Relokasi 40 KK Korban Pergerakan Tanah Sukamakmur Bogor Masih Terkendala Lahan

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi sivitas akademika kedua kampus, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat serta pengembangan kawasan dan potensi ekonomi berbasis wakaf.

Penandatanganan tersebut turut dihadiri Pembina Yayasan Wakaf Sahid Husnul Khotimah (YWSHK) Hj. Sri Bimastuti Handayani Sukamdani, B. Bus., Direktur Eksekutif YWSHK Al-Ustadz Ilham Alamsyah, jajaran pengurus yayasan, serta pimpinan dan keluarga besar INAIS Bogor.

Dari IPB University, hadir sejumlah pimpinan fakultas, di antaranya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Peternakan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Fakultas Teknik dan Teknologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Fakultas Ekonomi dan Manajemen.

Kehadiran para pimpinan fakultas tersebut menunjukkan terbukanya peluang kerja sama lintas bidang dan disiplin ilmu antara INAIS Bogor dan IPB University.

Baca Juga: Selamatkan Anak yang Tenggelam, Pria di Rancabungur Bogor Meninggal Dunia

Kawasan Wakaf 72 Hektare Jadi Potensi Kolaborasi

Rektor INAIS Bogor Prof. Dr. Farah Fahma mengatakan, salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan melalui kerja sama tersebut adalah kawasan yang berada di bawah pengelolaan YWSHK.

Kawasan tersebut memiliki luas sekitar 72 hektare. Menurut Farah, luasan tersebut membuka peluang pengembangan program terpadu yang mencakup pendidikan, penelitian, pemberdayaan masyarakat hingga pengembangan kawasan berbasis potensi lokal.

“Dengan dukungan kompetensi akademik dan riset IPB University serta basis pendidikan keislaman dan pengelolaan wakaf yang dimiliki INAIS dan YWSHK, kawasan tersebut berpotensi menjadi ruang pengembangan berbagai inovasi dan program unggulan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Bikin Juri Terkejut! Inovasi Pelajar SMP Bogor di BIA 2026 Dinilai Sudah Berpikir Kritis

Kolaborasi kedua institusi juga berpeluang diarahkan pada pengembangan model pendidikan dan penelitian yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, nilai-nilai keislaman, serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Farah berharap, kerja sama tersebut tidak berhenti sebatas penandatanganan MoU. Ia ingin kesepahaman itu segera diterjemahkan menjadi program nyata yang melibatkan dosen, mahasiswa, peneliti, yayasan, dan masyarakat.

“Melalui sinergi tersebut, kami bersama Yayasan Wakaf Sahid Husnul Khotimah dan IPB University memiliki peluang untuk menghadirkan sebuah ekosistem kolaborasi yang menghubungkan pendidikan tinggi, riset, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan wakaf produktif, serta pembangunan kawasan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor INAIS ipb university wakaf