Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BRI Melakukan Buyback Karena Harga Saham Masih Terlalu Mahal

Yosep Awaludin • Rabu, 1 Mei 2024 | 10:09 WIB
Ilustrasi BRI
Ilustrasi BRI

RADAR BOGOR - Harga saham BRI (BBRI) terpantau mengalami koreksi yang signifikan setelah publikasi Laporan Keuangan Kuartal I Tahun 2024.

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pun kembali melakukan proses buyback saham BBRI berdasarkan respons pasar.

Seperti yang diketahui, BRI menerima persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 13 Maret 2023 lalu untuk melakukan buyback saham BBRI sebesar maksimal Rp1,5 triliun. Proses ini harus dilakukan dalam waktu 18 bulan sejak disetujuinya buyback melalui RUPST.

Dalam hal ini, Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan bahwa pihaknya melakukan buyback untuk menunjukkan bahwa kondisi perusahaan jauh lebih baik daripada pandangan pasar.

Menurut Viviana Dyah Ayu R.K, Direktur Keuangan BRI, tujuan manajemen adalah memastikan bahwa perusahaan dapat tumbuh dengan lebih baik dan lebih sehat dalam jangka panjang, meskipun perbaikan kecil diperlukan dalam jangka pendek.

Selain itu, dia menyatakan bahwa penyempurnaan dan perbaikan yang dilakukan saat ini seharusnya memberikan keuntungan yang lebih besar bagi long-term shareholders.

Dari sisi kinerja, BRI mampu membukukan pertumbuhan laba yang positif di tengah dinamika kondisi ekonomi dan geopolitik global yang penuh dengan tantangan. Secara konsolidasi, BRI berhasil mencetak laba sebesar Rp15,98 triiliun hingga akhir Triwulan I 2024.

Dalam konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2024 di Jakarta pada Kamis, 25 April, Sunarso mengatakan hal itu.

Hingga akhir Maret 2024, BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.308,65 triliun, dengan pertumbuhan tahunan dua digit sebesar 10,89%. Dari total penyaluran kredit, segmen UMKM menyumbang 83,25%, atau Rp1.089,41 triliun.

Penyaluran kredit yang tumbuh dua kali lipat tersebut berdampak pada peningkatan aset perusahaan. Aset BRI tercatat meningkat 9,11% yoy, mencapai Rp1.989,07 triliun.

Sunarso menjelaskan bahwa BRI percaya bahwa pemberdayaan yang terus dilakukan oleh perseroan kepada segmen UMKM berdampak pada daya tahan ekonomi nasional, karena UMKM bertanggung jawab atas sekitar 97% penciptaan lapangan kerja di Indonesia dan menyumbang sekitar 61% dari PDB.

Dengan pijakan kinerja yang positif pada tiga bulan pertama tahun 2024 ini, BRI optimis dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip prudential banking serta manajemen risiko yang baik di tengah dinamika kondisi perekonomian dan geopolitik global yang perlu diperhatikan.

"BRI akan lebih berkonsentrasi untuk menangani masalah domestik, terutama melalui pemberdayaan UMKM," katanya.  (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bri #saham BBRI