Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BRI Memanfaatkan Platform Pemasaran Digital untuk Jual Aset Bermasalah

Yosep Awaludin • Sabtu, 1 Juni 2024 | 09:46 WIB
Agus Sudiarto, Direktur Manajemen Risiko BRI
Agus Sudiarto, Direktur Manajemen Risiko BRI

RADAR BOGOR - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, juga dikenal sebagai BRI, terus berupaya meningkatkan kualitas kredit yang diberikan.

Salah satu metode yang digunakan BRI adalah menjual agunan untuk kredit yang sudah bermasalah untuk menjaga rasio kredit bermasalah, juga dikenal sebagai NPL (Non Performing Loan).

“Mayoritas aset bermasalah yang terjual merupakan segmen ritel, yakni 83,85% dari seluruh penjualan melalui lelang dan dampaknya,” kata Agus Sudiarto, Direktur Manajemen Risiko BRI.

Menurutnya, BRI terus meningkatkan strategi pemasaran aset bermasalah melalui platform digital BRI info lelang: infolelang.bri.co.id.

Selain itu, BRI juga melakukan upaya pemasaran lainnya, seperti bekerja sama dengan broker properti, mengikuti dan mengadakan expo lelang, mengumpulkan nasabah inti, dan sebagainya.

Di samping itu, sampai April 2024, pendapatan recovery BRI yang diperoleh dari penjualan aset bermasalah, baik lelang maupun non-lelang, meningkat dua kali lipat.

BRI optimistis untuk mencapai target pendapatan tahun ini melalui pemulihan aset bermasalah dan penyelesaian lainnya.

Seiring dengan kondisi ekonomi yang mulai stabil, tujuan tersebut didukung oleh peningkatan promosi agunan melalui situs web BRI dan expo lelang serta peningkatan kolaborasi dengan pihak ketiga seperti DJKN/KPKNL, BPN, Pengadilan, Balai Lelang, Broker Properti, dll.

"Diharapkan dengan berbagai upaya recovery aset bermasalah yang telah kami lakukan akan berdampak juga dalam menjaga NPL BRI yang ditargetkan sekitar 3% pada tahun 2024," tuturnya. (***)

 

Editor : Yosep Awaludin
#aset bermasalah #bri #digital