Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Begini Cara XL Axiata Mengajarkan Prinsip Berkelanjutan Kepada Karyawannya

Omer Ritonga • Jumat, 21 Juni 2024 | 14:50 WIB
Aktivis lingkungan yang juga model dan founder Sustainbabes, Valerie dan Veronika, Direktur & Chief Enterprise Business Officer and Corporate Affairs Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya.
Aktivis lingkungan yang juga model dan founder Sustainbabes, Valerie dan Veronika, Direktur & Chief Enterprise Business Officer and Corporate Affairs Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya.

RADAR BOGOR - Selama operasi bisnisnya, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus memperkuat program keberlanjutan, juga dikenal sebagai ESG (Environment, Social, Governance). Salah satunya melalui pelatihan karyawan.

Untuk alasan ini, XL Axiata meluncurkan program Sustainability Week pada awal Juni 2024 lalu. Program ini mencakup talkshow, podcast, pemutaran film, bazaar produk hijau, dan workshop tentang pengelolaan sampah.

Dengan program ini, manajemen mendorong karyawan untuk menjadi lebih cerdas dalam mengelola sampah, baik di tempat kerja maupun di rumah mereka sendiri.

Selain itu, XL Axiata berkomitmen untuk meningkatkan komitmennya terhadap pengelolaan sampah dengan melakukan tindakan nyata untuk meningkatkan lingkungan perusahaan #JadiLebihBaik.

Menurut Yessie D. Yosetya, Direktur & Chief Enterprise Business Officer and Corporate Affairs Officer XL Axiata, acara Sustainability Week kemarin juga memberinya kesempatan untuk mempelajari masalah-masalah yang terkait dengan penerapan prinsip ESG yang dapat diterapkan dan diterapkan secara konkret.

"Karyawan menjadi pihak pertama yang juga harus kami rangkul dan gerakkan untuk penerapan prinsip ESG karena pada prinsipnya karyawanlah yang berperan paling besar dalam implementasinya dalam proses bisnis," katanya.

Menurutnya, untuk mencapai hal ini, kesadaran karyawan harus ditingkatkan. "Sejauh ini, manajemen sangat senang karena banyak masukan dan dukungan karyawan untuk penerapan sustainability ini," tuturnya.

Yessie mengatakan bahwa karyawan XL Axiata adalah sasaran utama program Sustainability Week karena mereka adalah bagian penting dari perusahaan dan memiliki kemampuan untuk membawa perubahan besar dalam hal praktik keberlanjutan.

Diharapkan karyawan akan menjadi lebih menyadari pentingnya keberlanjutan dalam operasi perusahaan dengan meningkatkan kesadaran tentang konsep tersebut.

Dengan melihat karyawan sebagai audien, XL Axiata berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sadar lingkungan, yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi operasi dan reputasi perusahaan.

Menurut Yessie, karyawan yang memiliki pemahaman mendalam tentang kelestarian akan lebih mampu menerapkan praktik yang ramah lingkungan dan efisien di tempat kerja mereka.

Hal ini dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dan berdampak positif pada lingkungan.

Karyawan yang terlibat dalam inisiatif sustainability juga cenderung merasa lebih berkontribusi dan lebih terlibat dengan perusahaan. Ini dapat meningkatkan budaya perusahaan dan retensi karyawan.

Komitmen perusahaan

Karena masalah sampah sekarang menjadi masalah global yang mendesak, XL Axiata ingin mengangkatnya untuk memberikan pelatihan kepada karyawannya terkait penanganan sampah.

Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan, seperti pencemaran air dan tanah, serta pengaruh gas rumah kaca dari tempat pembuangan akhir pada perubahan iklim.

Perusahaan harus melakukan hal-hal yang nyata untuk menangani sampah, seperti daur ulang, pengomposan, dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Karyawan dapat mengetahui teknik sederhana namun berguna untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

Perusahaan akan memulai berbagai program baru setelah menerima saran dari para ahli dan praktisi. Salah satunya adalah program pemisahan sampah organik, non-organik, dan plastik, yang akan diterapkan di kantor pusat dan kantor XL Axiata di seluruh wilayah.

Menurut Yessie, implementasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah dan memastikan bahwa seluruh operasi bisnis mendukung praktik keberlanjutan yang konsisten.

Dalam wacana Sustainability Talk: Waste Management: Why Should I Care, perwakilan Waste4Change Saka Dwi Hanggara mengatakan bahwa semua pihak harus berpartisipasi secara aktif untuk menjadikan Indonesia bersih dan bebas sampah.

Menurutnya, pemerintah bertanggung jawab untuk membuat regulasi dan kebijakan dalam hal ini, sedangkan produsen dan masyarakat bertanggung jawab untuk membatasi dan menangani timbulan sampah, serta pihak lain yang memiliki peran masing-masing. Hal ini penting dilakukan karena sejatinya, sampah adalah tanggung jawab kita semua. (mer)

Editor : Yosep Awaludin
#karyawan #ESG #xl axiata