Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kelompok Tani Ini Sulap Lahan Terbengkalai Jadi Produktif dengan Dukungan BRINita

Yosep Awaludin • Rabu, 10 Juli 2024 | 08:16 WIB
Kawasan Cempaka Putih Barat sekarang hijau dan produktif berkat upaya warga yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Dahlia 07 dan didukung oleh program BRINita (BRI Bertani di Kota) dari BRI.
Kawasan Cempaka Putih Barat sekarang hijau dan produktif berkat upaya warga yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Dahlia 07 dan didukung oleh program BRINita (BRI Bertani di Kota) dari BRI.

RADAR BOGOR - Orang-orang yang tinggal di sekitar RW 07 Cempaka Putih Barat, Jakarta, mengatakan bahwa lingkungan mereka telah mengalami perbaikan.

Jika dulunya sebidang tanah terbengkalai dan tampak tidak terawat dan sering digunakan sebagai tempat pembuangan sampah, sekarang telah diubah menjadi area yang lebih indah.

Kawasan tersebut sekarang lebih hijau dan produktif berkat upaya warga yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Dahlia 07 dan didukung oleh program BRINita (BRI Bertani di Kota) dari BRI. Ini juga menghasilkan peningkatan ekonomi bagi warganya karena tanaman obat dan sayuran.

Menurut Tri Haryanto, Sekretariat RW 07 dan penggiat urban farming Poktan Dahlia, lahan terbengkalai yang dulunya menjadi tempat sampah dan sisa-sisa warga mulai dikelola.

"Kami mengelola penuh di tahun 2022, tetapi masih ala kadarnya. Kemudian, kami mendapatkan bantuan dari BRI melalui program CSR BRI Peduli BRINita. Berkat bantuan tersebut, akhirnya lahan bisa seperti ini, yang tentunya jauh lebih baik daripada saat kami mengelola secara mandiri," tuturnya.

Poktan Dahlia ini menanam melalui hidroponik, perkebunan vertikal, dan multikultur. Mereka juga membangun kolam untuk budidaya ikan lele. Mereka menanam sayuran seperti kangkung, bayam Brazil, pokcoy, sawi, terong, tomat, dan sebagainya.

Selain itu, penduduk secara teratur menjaga lahan dengan menambah pupuk dan menyiramnya.

Warga RW 07 Cempaka Putih Barat memiliki peluang baru melalui Program BRINita untuk meningkatkan produktivitas mereka. Tanaman, bibit ikan, gudang, dan toilet adalah beberapa bantuan yang diberikan.

Saat ini, lahan seluas 300 m2 yang dulunya digunakan untuk penimbunan sampah tampak lebih asri dengan berbagai tanaman hidroponik dan kolam lele.

Sukarni, anggota Poktan Dahlia 07, mengatakan bahwa urban farming sangat bermanfaat bagi warga karena membuat mereka lebih produktif dengan menjaga perkebunan kota yang ada.

Berbagai produk pun dibuat, termasuk kembang telang yang ditanam sendiri, minuman rosella, dan keripik bayam brazil.

"Dampak ekonomi tentunya membantu warga mendapatkan penghasilan tambahan. Selain itu, warga juga sudah mendapatkan instruksi tentang cara membuat produk, kemasan yang menarik, sehingga kami bisa memasarkannya dengan kemasan yang memenuhi standar," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menyatakan bahwa BRI akan terus melaksanakan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan memberikan program-program yang dapat secara efektif mendorong perbaikan ekosistem.

Program BRINita adalah salah satu komitmen utama BRI untuk melestarikan lingkungan di tengah kota yang memanfaatkan lahan terbatas dan pemukiman padat.

Catur mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi polusi lingkungan, menambah keasrian, dan mengurangi sampah rumah tangga. Di sisi lain, ini juga merupakan perwujudan kontribusi positif masyarakat untuk keseimbangan lingkungan.

Untuk melaksanakannya, BRI juga memberikan pelatihan kepada anggota kelompok atau penerima manfaat mengenai pengelolaan pertanian kota dengan bekerja sama dengan ahli dan lembaga terkait.

Selain itu, BRI juga memantau kegiatan pertanian kota dan mengembangkan hasil pertanian kota untuk meningkatkan nilai ekonomi.

Program ini beroperasi di 21 lokasi di seluruh Indonesia. "Dengan bantuan infrastruktur yang kami berikan, kami berharap program ini terus berjalan dan menjadi wadah positif bagi masyarakat," tuturnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#kelompok tani #bri #lahan