Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BSI Masuk Lima Besar Perusahaan BUMN dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Yosep Awaludin • Kamis, 18 Juli 2024 | 09:46 WIB
BSI berhasil masuk dalam lima besar BUMN atau anak BUMN dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia.
BSI berhasil masuk dalam lima besar BUMN atau anak BUMN dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia.

RADAR BOGOR - PT Bank Syariah Indonesia Tbk, juga dikenal sebagai BSI, berhasil masuk dalam lima besar BUMN atau anak BUMN dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Dengan kapitalisasi pasar bank berkode saham BRIS mencapai Rp116 triliun.

Hal ini dikatakan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, juga dikenal sebagai Tiko, pada acara Market Outlook 2024 yang diadakan Mandiri Manajemen Investasi dengan tema Melintasi Jalan Tol di Selat Pendek.

Tiko menyatakan bahwa pencapaian ini sejalan dengan tujuan awal merger BSI, yaitu untuk menciptakan bank syariah yang inklusif, kontemporer, dan digital.

BSI yang dimiliki oleh Bank BUMN saat ini menjadi salah satu yang terbaik di pasar. Selama beberapa tahun terakhir, BSI pasti telah menjadi salah satu bintang.

"Tujuan kami untuk membangun bank syariah yang inklusif, modern, dan digital telah jelas sejak awal merger," kata Tiko.

Sebagai ilustrasi, BSI juga sempat menghasilkan kapitalisasi pasar yang lebih besar dari jumlah yang diungkapkan Tiko.

Pada tanggal 30 April 2024, itu mencapai nilai Rp121,78 triliun. Akibatnya, BRIS menjadi saham paling berharga di Bursa Efek Indonesia (BEI) di urutan ke-13.

Pada 14 Maret 2024, BSI resmi masuk dalam daftar Top 10 Global Islamic Bank dari sisi kapitalisasi pasar.

Saat ini, kapitalisasi pasar BRIS mencapai Rp131,47 triliun, jauh di atas target untuk menjadi Top 10 Global Islamic Bank pada tahun 2025.

Untuk itu, Tiko berterima kasih atas kinerja yang baik yang dicapai oleh BSI selama tiga tahun berdirinya bank syariah terbesar di Indonesia.

Dia menyatakan bahwa, BSI tidak hanya menjadi bank syariah terbesar di negara ini, tetapi juga berhasil membangun konsep baru yang membuat bank syariah lebih inklusif dan moderat.

Dengan pertumbuhan yang cepat, BSI mobile dapat mencapai 20 juta pelanggan sampai saat ini. “Kami sangat senang karena kami bukan hanya bergabung, tetapi juga membangun ekosistem baru,” katanya.

Selain itu, nilai ekonomi yang ditawarkan BSI menunjukkan keberhasilannya. BSI membagikan dividen tunai sebesar Rp855,56 miliar, atau Rp18,54 per saham, pada tahun buku 2023, peningkatan sebesar 100% dari dividen tahun sebelumnya yang senilai Rp9,24 per saham.

Dividen tersebut setara dengan 15% laba tahun buku 2023, yaitu Rp5,7 triliun. 20% laba tahun buku 2023, yaitu Rp1,14 triliun, disisihkan sebagai cadangan wajib, dan 65% laba tahun buku, yaitu Rp3,7 triliun, digunakan sebagai saldo laba ditahan.

Kinerja BSI pada tahun 2024 juga terus meningkat; pada kuartal I-2024, BSI mencetak laba senilai Rp1,71 triliun.

Pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh pesat, yaitu 10,43% secara tahunan (yoy), mencapai Rp297 triliun, memainkan peran penting dalam pencapaian positif BSI. Dana murah, khususnya tabungan, tumbuh 8,75%, dan giro tumbuh 10,52%.

Jumlah pengguna BSI Mobile meningkat 29,35% yoy menjadi 6,70 juta orang pada Maret 2024, dengan jumlah transaksi sebesar 118,5 juta dan volume transaksi sebesar Rp145,1 triliun. Selain itu, 93,6% nasabah baru BSI membuka rekening online.

Manajemen perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan laju pertumbuhan secara berkelanjutan, kata Hery Gunardi, Direktur Utama BSI.

Dalam waktu sepuluh tahun mendatang, BSI berharap dapat menjadi Top Tiga Bank Syariah Global dan Top Tiga Bank di Indonesia dari sisi kapitalisasi pasar.

"Kami telah menyusun rencana kerja selama 10 tahun, BSI masuk top 3 bank syariah global dari sisi market cap dan menjadi top 3 bank di Indonesia," tuturnya.

Setelah merger, BSI terus membukukan rekam jejak positif. BSI berhasil mencapai target ROE di atas 18% dan jumlah nasabahnya meningkat sekitar 5 juta. Ini menunjukkan bahwa visi tersebut sangat realistis.

Saat ini, BSI telah menjadi bank kelas menengah terbaik di Indonesia, dengan status sebagai bank papan tengah terkemuka. Pertumbuhan aset BSI meningkat dua digit setiap tahun sementara industri perbankan hanya meningkat satu digit. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#BSI #bumn #kapitalisasi pasar