Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Melihat Potensi Wisata Desa Kelawi, Desa Brilian Hijau dengan Inovasi Lingkungan

Yosep Awaludin • Rabu, 24 Juli 2024 | 14:18 WIB
Salah satu potensi wisata di Desa Kelawi di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan
Salah satu potensi wisata di Desa Kelawi di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan

RADAR BOGOR - Desa Kelawi di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, menawarkan banyak hal yang dapat dinikmati selain pemandangan alam yang indah.

Dengan mengembangkan agrowisata, Desa Kelawi masih memiliki potensi untuk menjadi desa wisata, karena itu dia diberi penghargaan Desa BRILiaN Hijau 2023 oleh BRI.

Pelancong, terutama dari daerah sekitar Jakarta, dapat dengan mudah mencapai Desa Kelawi, dan Pelabuhan Bakauheni berada di jarak dekat. Para pengunjung harus bersabar sejenak.

Desa Kelawi dan Pelabuhan Bakauheni berjarak sekitar 10 kilometer, atau sekitar 15 menit berkendara melalui jalur lintas Sumatera.

Pengunjung akan disambut dengan hamparan pasir putih Pantai Minang Rua langsung setelah melewati jalan berbukit-bukit yang dipenuhi dengan perkebunan.

Jika Anda ingin mengunjungi Desa Kelawi, pantai ini adalah hal yang paling disukai oleh wisatawan. Ini karena pasir putihnya yang bersih dan ramah warganya.

Program Bank Sampah inovatif yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kelawi Mandiri mendorong kesadaran untuk menjaga lingkungan.

Dianggap efektif, program ini mendorong warga Desa Kelawi untuk bekerja sama untuk menjaga Pantai Minang Rua dan seluruh wilayah desa.

Rian Haikal, Sekretaris BUMDes Kelawi Mandiri, menjelaskan bagaimana program Bank Sampah pertama kali dimulai di Desa tersebut. Ini semua bermula dengan niat baik untuk mendorong orang untuk menjadi lebih sadar alam.

"Masyarakat mengumpulkan sampah-sampahnya yang dapat dijual dan selanjutnya kami dari pengelola keliling menimbang dan membayar mereka melalui tabungan BRI," ujar Rian kepada tim Jelajah Merdeka.

Bank Sampah pasti memberi inspirasi kepada warga Kelawi untuk menjaga lingkungan. Mereka tidak hanya meningkatkan kesadaran akan kebersihan, tetapi juga merupakan contoh nyata dari upaya BRI untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

Varietas Baru Alpukat Mempromosikan Ekonomi Hijau

Desa Kelawi memiliki keunggulan agrowisata selain keindahan wisatanya. Mereka telah mengembangkan varietas alpukat terbaru, Alpukat Sipit Kelawi, dengan hak paten dan sertifikasi.

Syahbana, seorang petani dan ketua kelompok tani di Desa Kelawi, telah menanam alpukat Sipit Kelawi selama 15 tahun. Jenis alpukat ini dikenal sebagai turunan dari varietas lain.

Syahbana mengatakan dia menanam 25 jenis alpukat di tanahnya seluas 3 hektar dan mampu menghasilkan hingga 60 ton lebih dalam satu musim.

Selain itu, keberhasilan ini didorong oleh peran yang dimainkan oleh pengelola BUMDes Kelawi dalam mensosialisasikan informasi kepada masyarakat umum.

Dibandingkan dengan varietas lain, alpukat asli Kelawi memiliki daging yang tebal dan rasa yang manis, legit, dan pulen. Alpukat Sipit Kelawi dijual dengan harga Rp20.000/kg untuk nilai jual sendiri.

Syahbana mengakui bahwa panen alpukat Sipit Kelawi sangat menguntungkan dan dapat membantu keluarganya mendapatkan lebih banyak uang. Selain itu, bibit ditanam dalam waktu kurang dari dua tahun, dan pohon ini biasanya berbuah dengan cepat.

Syahbana kemudian berinisiatif untuk memulai program menanam pohon alpukat Sipit Kelawi untuk setiap rumah. Sejauh ini, dia dan karang taruna telah membagikan 800 bibit alpukat kepada warga Desa Kelawi.

Selain itu, Syahbana berharap dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Kelawi melalui penjualan alpukat asli Kelawi karena memiliki nilai jual yang tinggi.

Syahbana mengatakan bahwa desa itu memiliki program satu kepala keluarga menanam dua pohon alpukat Sipit Kelawi. Program ini dibuat untuk memberi tahu masyarakat tentang nilai jual alpukat.

BUMDes Kelawi dan Syahbana saat ini sedang mencari cara untuk meningkatkan kebutuhan akan alpukat Sipit Kelawai. Selain mendorong masyarakat untuk menanam, mereka juga sedang mencari cara agar jenis alpukat ini dapat panen lebih dari tiga kali dalam setahun.

Sementara itu, Rian, pengurus BUMDes, menyadari bahwa alpukat memiliki potensi keuangan yang besar bagi masyarakat desa.

Program satu kepala keluarga dua pohon alpukat dimaksudkan untuk memungkinkan pengunjung menikmati alpukat asli dari desanya dengan mudah.

"Ketika nanti wisatawan berkunjung ke Kelawi bisa melihat pohon alpukat di halaman rumah kita, dan saat berbuah kita yang ambil dan diperjualbelikan kepada wisatawan," kata Rian.

BUMDes Kelawi dan warganya telah mendapatkan hasil yang baik dari upaya mereka untuk meningkatkan peluang dan inovasi melalui program penanaman alpukat dan bank sampah.

Kesuksesan ini membuat Desa Kelawi dianugerahi penghargaan sebagai Desa Hijau dalam Program Desa BRILiaN Hijau 2023 selain meningkatkan ekonomi.

Pada kesempatan lain, Supari, Direktur Bisnis Mikro BRI, menyatakan bahwa Desa BRILiaN adalah program pemberdayaan desa dengan tujuan menciptakan role model dalam pengembangan desa.

BRI memulai program ini sebagai agen pengembangan dalam pengembangan desa. Hingga Juni 2024, 3.602 desa telah diberikan pemberdayaan Desa BRILiaN.

Mengingat perkembangan desa di Indonesia relatif belum merata dan menjadi tantangan bersama, pemberdayaan wilayah pedesaan menjadi masalah yang perlu diperhatikan.

"Kami berharap program ini menjadi salah satu wadah yang dapat digunakan sebaik mungkin oleh desa-desa yang terlibat sehingga pada akhirnya mampu mendorong kemajuan desa di Indonesia," ujar Supari. (***) 

 

Editor : Yosep Awaludin
#Desa Kelawi #bri #wisata