Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BRI Tumbuh Secara Selektif dan Prudent, Cetak Laba Rp29,90 triliun

Yosep Awaludin • Kamis, 25 Juli 2024 | 10:38 WIB
Direktur Utama BRI Sunarso pada konferensi pers kinerja keuangan Triwulan II 2024 di Jakarta pada Kamis, 25 Juli 2024.
Direktur Utama BRI Sunarso pada konferensi pers kinerja keuangan Triwulan II 2024 di Jakarta pada Kamis, 25 Juli 2024.

RADAR BOGOR - Hingga akhir Triwulan II 2024, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan entitas anaknya BRI Group, berhasil mencatatkan kinerja positif yang berkelanjutan.

BRI secara konsolidasi berhasil mencetak laba Rp29,90 triliun melalui pertumbuhan yang teliti dan cermat. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama BRI Sunarso pada konferensi pers kinerja keuangan Triwulan II 2024 di Jakarta pada Kamis, 25 Juli 2024.

Sunarso menyatakan bahwa meskipun penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh dua digit, kinerja BRI Group tetap positif.

Menurutnya, penyaluran kredit BRI tercatat mencapai Rp1.336,78 triliun, atau tumbuh 11,20% setiap tahun (yoy). Segmen UMKM terus mendominasi penyaluran kredit BRI, dengan porsi mencapai 81,96% dari total penyaluran BRI, atau sekitar Rp1.095,64 triliun.

Dengan penyaluran kredit yang tumbuh dua digit, aset BRI tercatat meningkat. Hingga akhir Juni 2024, aset BRI tercatat tumbuh 9,54% yoy menjadi sebesar Rp1.977,37 triliun.

Jumlah kredit yang meningkat diikuti dengan penyaluran kredit yang hati-hati sehingga perusahaan dapat mempertahankan tingkat kredit yang baik.

Sunarso menyatakan bahwa rasio pinjaman dan risiko (LAR) tercatat naik atau turun dari 14,94% pada akhir Triwulan II 2023 menjadi 12,00% pada akhir Triwulan II 2024. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) tetap di kisaran 3,05% dengan rasio NPL coverage sebesar 211,60%.

Dari sudut pandang pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat tumbuh 11,61% yoy menjadi sebesar Rp1.389,66 triliun, sedangkan Dana Giro dan Tabungan (CASA) tercatat tumbuh 7,66% yoy menjadi sebesar Rp877,90 triliun.

"Dana murah masih mendominasi struktur DPK BRI, dengan porsi CASA mencapai 63,17% dari total DPK BRI," ujar Sunarso.

Strategi hybrid bank BRI dan adanya AgenBRILink adalah bukti komitmen BRI untuk melayani seluruh lapisan masyarakat.

AgenBRILink saat ini memainkan peran penting dalam roda perekonomian dan kehidupan masyarakat, dan telah terbukti mampu menangani kebutuhan nasabah mikro.

Melalui penyediaan fitur dan layanan seperti pembayaran tagihan listrik, air, pulsa, cicilan, top-up BRIZZI, setoran pinjaman, dan layanan referral untuk pembukaan rekening tabungan dan pinjaman BSA, serta transaksi lainnya, kehadiran agenBRILink mempermudah kehidupan masyarakat Indonesia.

Hingga akhir Juni 2024, BRI telah memiliki 993 ribu agen BRILink yang tersebar di lebih dari 61 ribu desa, yang merupakan lebih dari 80% dari semua desa di Indonesia.

Dari Januari hingga Juni 2024, volume transaksi agen BRILink mencapai sebesar Rp767 triliun, atau tumbuh 13,6% per tahun.

Sebaliknya, sebagai bagian dari strategi transformasi digitalnya, perusahaan terus memperkuat ekosistem super apps BRImo untuk memberikan masyarakat berbagai kemudahan bertransaksi.

Hingga akhir Juni 2024, lebih dari 35,2 juta pengguna telah menggunakan BRImo dan berhasil melakukan 2,01 miliar transaksi finansial. Volume transaksi mencapai Rp2.574 triliun, atau tumbuh 35,81% per tahun.

Selain pertumbuhan yang berkualitas, Perseroan juga mampu meningkatkan pendapatan berdasarkan pajak menjadi sebesar Rp11,26 triliun, naik 10,15% per tahun dari periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp10,22 triliun.

Selain itu, Sunarso optimistis dengan paruh kedua tahun 2024. Dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank sebesar 86,59% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,13%, kondisi likuiditas dan permodalan BRI sangat baik.

Dengan likuiditas dan permodalan yang cukup, BRI masih memiliki kesempatan untuk berkembang lebih jauh.

Selain itu, kinerja BRI yang stabil dan konsisten diakui secara internasional. Dalam daftar Forbes Global 2000–2024, BRI dinobatkan sebagai perusahaan terbesar di Indonesia (peringkat 1) oleh Forbes Internasional.

Itu berada di peringkat 308 dari 2000 perusahaan publik terbesar di dunia, mengungguli perusahaan multinasional seperti Starbucks, Renault, Uber, dan Nissan Motor.

Tidak lama kemudian, media ekonomi terkemuka lainnya, Fortune, mengeluarkan daftar Fortune Southeast Asia 500, yang menilai 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan, keuntungan, dan aset.

Dalam daftar tersebut, BRI menduduki peringkat pertama untuk sektor perbankan dan keuangan di Indonesia dan berada di urutan keempat untuk sektor finansial di Asia Tenggara.

Pada ajang The Finance Asia Awards and Asia's Best Companies Poll 2024, yang diadakan di Hong Kong pada 27 Juni 2024, BRI juga menerima sebelas penghargaan.

Penghargaan tersebut meliputi Best Managed Company, Best Bank for Financial Inclusion, Best Commercial Bank – SME, dan Best CEO untuk Direktur Utama BRI.

Akhir-akhir ini, daftar Top 1.000 World Banks 2024 dirilis oleh media keuangan dan ekonomi London The Banker pada 10 Juli 2024. Dalam daftar tersebut, BRI menduduki peringkat teratas dari 26 bank Indonesia yang masuk dan menempati peringkat 110 secara global.

Daftar Top 1000 Bank di Dunia pada tahun 2024 terdiri dari 1.000 bank terbaik di seluruh dunia yang dievaluasi menggunakan parameter seperti Kapital Tier 1, Aset, Keuntungan Sebelum Pajak, Rasio Kapital Aset, Keuntungan Kapital, dan Keuntungan Aset.

Sunarso menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan bahwa komitmen BRI untuk menghasilkan nilai ekonomi dan nilai sosial diakui oleh berbagai lembaga internasional yang independen dan kredibel.

"Kami berterima kasih kepada semua nasabah BRI, khususnya kepada pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, serta kepada seluruh Insan BRILian (pekerja BRI) yang telah memberikan kontribusi terbaik mereka," tutur Sunarso.

Selain itu, Sunarso menyatakan bahwa pencapaian ini akan mendorong BRI untuk terus menciptakan nilai ekonomi dan memberikan nilai sosial kepada semua pihak yang terlibat. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #laba #bri