Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Peran Nyata BRI Topang Perekonomian Nasional, Portofolio Kredit UMKM Terbesar di Indonesia

Yosep Awaludin • Jumat, 26 Juli 2024 | 09:59 WIB
Direktur Utama BRI Sunarso pada konferensi pers kinerja keuangan Triwulan II 2024 di Jakarta pada Kamis, 25 Juli 2024.
Direktur Utama BRI Sunarso pada konferensi pers kinerja keuangan Triwulan II 2024 di Jakarta pada Kamis, 25 Juli 2024.

RADAR BOGOR - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, juga dikenal sebagai BRI, terus berkomitmen untuk mendukung perekonomian nasional melalui pemberdayaan UMKM.

Menurut Direktur Utama BRI Sunarso, pada Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2024 yang diadakan di Jakarta pada Kamis, 25 Juli 2024, hingga akhir Juni 2024, BRI berhasil menyalurkan kredit kepada segmen UMKM senilai Rp1.095,64 triliun, atau 81,69% dari total penyaluran kredit BRI.

"Salah satu cara BRI mendukung pertumbuhan ekonomi nasional adalah dengan terus mendorong penciptaan lapangan pekerjaan, terutama bagi UMKM melalui penyaluran kredit yang berkualitas," katanya.

Secara keseluruhan, segmen mikro senilai Rp623 triliun, segmen kecil sebesar Rp232,3 triliun, segmen konsumer senilai Rp198,8 triliun, dan segmen menengah senilai Rp41,5 triliun terdiri dari penyaluran kredit BRI kepada segmen UMKM senilai Rp1.095,64 triliun.

Karena UMKM merupakan bagian penting dari ekonomi Indonesia, sangat penting untuk mendukung mereka. 99% unit usaha terdiri dari UMKM dari sisi jumlah.

Pada tahun 2023, ada sekitar 66 juta bisnis UMKM yang berkontribusi pada 61% PDB Indonesia, atau Rp9.580 triliun.

Dengan menyerap sekitar 117 juta orang, atau 97% dari total tenaga kerja, UMKM juga memainkan peran penting dalam penyerapan lapangan kerja.

Secara keseluruhan, BRI secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja yang positif dan berkelanjutan hingga akhir Triwulan II 2024. Dengan pertumbuhan yang bijaksana dan selektif, BRI secara konsolidasi berhasil mencetak laba Rp29,90 triliun.

Sunarso menyatakan bahwa meskipun penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh dua digit, kinerja BRI Group tetap positif.

Hingga akhir Triwulan II 2024, penyaluran kredit BRI tercatat tumbuh 11,20% setiap tahun (yoy).

Dengan penyaluran kredit yang tumbuh dua digit, aset BRI tercatat meningkat. Hingga akhir Juni 2024, aset BRI tercatat tumbuh 9,54% yoy menjadi sebesar Rp1.977,37 triliun.

Jumlah kredit yang meningkat diikuti dengan penyaluran kredit yang hati-hati sehingga perusahaan dapat mempertahankan tingkat kredit yang baik.

Sunarso menyatakan bahwa rasio pinjaman dan risiko (LAR) tercatat naik atau turun dari 14,94% pada akhir Triwulan II 2023 menjadi 12,00% pada akhir Triwulan II 2024.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) tetap di kisaran 3,05% dengan rasio NPL coverage sebesar 211,60%. (**)

Editor : Yosep Awaludin
#umkm #bri #perekonomian