RADAR BOGOR — Perbankan terus melakukan update layanan, tanpa kecuali dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.
Bank perplat merah ini akan mengalihkan para nasabahnya dari aplikasi lama yakni BNI Mobile Banking ke aplikasi super barunya yakni Wondr by BNI.
Peralihan ini tidak akan mengganggu transaksi klien karena akan dilakukan secara bertahap. "Akan lakukan secara bertahap dan kami pastikan itu tidak menyulitkan transaksi nasabah menggunakan layanan BNI,” ujar SEVP Retail Digital Solutions BNI Rian Kaslan.
"Sekali lagi, tujuan kami bukan untuk buru-buru dimatikan (BNI Mobile Banking)," tegasnya. Ia menekankan bahwa BNI terus berupaya memberikan kemudahan kepada pelanggan melalui aplikasi onlinenya.
Justru, BNI akan memastikan kalau wondr sepenuhnya siap untuk memenuhi semua kebutuhan nasabah.
Saat ini fitur yang tersedia di wondr sudah mencapai 90 persen dari layanan yang digunakan nasabah di BNI Mobile Banking. Tambahnya juga, Migrasi ke wondr cepat sekali.
"Kita enggak akan pakai dua platform," katanya. BNI harus menutup mobile banking dalam enam bulan paling lama. Selama transisi, BNI Mobile Banking akan tetap beroperasi seperti biasa.
BNI juga menegaskan ke depan BNI hanya akan mengoperasikan satu aplikasi mobile banking. "Sementara sekarang masih jalan dua. Tapi suatu waktu mobile banking BNI akan ditutup," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menjelaskan perseroan memang berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan finansial masyarakat, salah satunya solusi pengelolaan keuangan yang relevan.
Sebagaimana diketahui, presentasi perusahaan menunjukkan bahwa pengguna mobile banking BNI sebanyak 16,9 juta pada Maret 2024, peningkatan 18,5 persen dari 14,3 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Lalu, jumlah frekuensi transaksi mobile banking BNI pada kuartal I/2024 meningkat 53,9 persen yoy menjadi 318 juta dari sebelumnya 207 juta transaksi.
Nilai transaksi BNI Mobile tumbuh 35,9% secara tahunan (tahun ke tahun/tahun) dari sebelumnya Rp255 triliun.
Rata-rata harian untuk jumlah transaksi mencapai Rp3,49 juta pada kuartal I/2024, naik 63,1 persen YoY dari sebelumnya 2,14 juta pada kuartal I/2023. (mer)
Editor : Yosep Awaludin