Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ini Strategi BRI untuk Menjaga NPL UMKM Tetap Rendah Dibandingkan Industri Perbankan Nasional

Yosep Awaludin • Rabu, 31 Juli 2024 | 12:06 WIB
Direktur Utama BRI Sunarso
Direktur Utama BRI Sunarso

RADAR BOGOR—Sampai akhir Triwulan II 2024, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, juga dikenal sebagai BRI, berhasil mempertahankan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) untuk segmen UMKM.

Menurut Sunarso, Direktur Utama BRI, NPL UMKM BRI sekitar 3%, kurang dari NPL UMKM industri perbankan nasional.

Per Mei 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio NPL kredit UMKM industri perbankan nasional sebesar 4,27%. Ini naik dari posisi April 2024 sebesar 4,26%.

Menurutnya, bukan hanya segmen mikro tetapi juga UMKM, terutama di mikro dan kecil, yang mengalami peningkatan NPL.

Namun, angka NPL UMKM BRI di kisaran 3,05% masih lebih baik atau di bawah rata-rata industri perbankan di level 4,27%. BRI juga memiliki strategi untuk mengelola kualitas kredit di segmen UMKM, terutama di segmen mikro.

"Untuk meningkatkan kualitas kredit, perusahaan menerapkan strategi improvement bisnis proses," kata Sunarso. BRI akan terus berkembang di UMKM dengan cara yang selektif, meningkatkan penerimaan risiko dan mengatur standar pinjaman portofolio.

"Dan portofolio UMKM dipilah lagi, dicari mana yang masih bisa lanjut dan mana yang sedang bermasalah," tambahnya. Kedua, reorganisasi sesuai dengan prinsip mengikuti ketentuan yang berlaku.

Kemudian yang ketiga, menghapus buku jika dibutuhkan, dan terakhir, mengejar kembali kredit yang telah dihapus. Penyebaran NPL sebesar 211,60% menunjukkan bahwa BRI memiliki pencadangan yang cukup.

Sampai saat ini, BRI masih memiliki portofolio kredit UMKM terbesar di Indonesia. Hingga akhir Juni 2024, Perseroan berhasil menyalurkan kredit kepada segmen UMKM senilai Rp1.095,64 triliun, yang merupakan 81,69% dari total penyaluran kredit BRI.

Sunarso menyatakan bahwa salah satu cara BRI mendukung pertumbuhan ekonomi nasional adalah dengan terus mendorong penciptaan lapangan pekerjaan, terutama bagi UMKM melalui penyaluran kredit yang berkualitas.

Secara keseluruhan, segmen mikro senilai Rp623 triliun, segmen kecil sebesar Rp232,3 triliun, segmen konsumer senilai Rp198,8 triliun, dan segmen menengah senilai Rp41,5 triliun terdiri dari penyaluran kredit BRI kepada segmen UMKM senilai Rp1.095,64 triliun.

Karena UMKM merupakan bagian penting dari ekonomi Indonesia, sangat penting untuk mendukung mereka. 99% unit usaha terdiri dari UMKM dari sisi jumlah.

"Sebagai bank dengan portofolio terbesar di segmen UMKM, NPL di kisaran 3% tersebut merupakan bukti nyata bahwa BRI mampu menjaga kualitas kreditnya dengan baik melalui penerapan prinsip-prinsip manajemen risiko yang prudent," ujarnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#umkm #bri #perbankan