RADARBOGOR - Seiring dengan perkembangan, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terus mengalami pertumbuhan baik secara pelaku maupun jenisnya.
UMKM di Kota Bogor yang saat ini sedang banyak pemintnya, salah satunya dalah ecoprint.
Salah satu pelaku UMK ecoprint yang sudah cukup lama di Kota Bogor, Rita Sugairti dengan Arrayan Ecocraftnya, memiliki produk yang sangat bervariasi.
"Awalnya kain saja. Sekarang sudah makin lengkap," terang Ita Arrayan, sapaan akrabnya, kepada Radar Bogor.
Wanita yang senang berpenampilan nyentrik itu mmengatakan, untuk ecoprint ada berbagai jenis kain yang digunakan, seperti sutra, linen dan katun. Sedangkan untuk kulit ecoprint, menggunakan kulit domba, kambing dan sapi.
Dia juga menambahkan, kain yang digunakan pada ecoprint Aryan Ecocraft adalah kain-kain serat alam yang 100 persen murni alam tanpa campuran.
"Untuk produknya sendiri, kami membuat berbagai produk turunan, di antaranya pashmina, topi-topi, tas, baju wanita dan pria juga sepatu dan masih banyak produk turunan lain," ujarnya.
Untuk harga kain dibanderol, kısaran mulai Rp650 ribu - Rp1 jutaan permeter (panjang kain), sedangkan untuk produk turunan dibanderol Rp250 ribu - Rp450 ribu.
Omset tiap bulan juga semakin membaik, baik itu online, of line maupun mengikuti berbagai bazar dan festival.
Saat ini penjualan melalui online baik itu dari ecommerce, media sosial terus dilakukan terus ditingkatkan. Meningkatkan omset, akan ada beberapa program.
"Promo tetap dilakukan. Sekalian dari offline, bazar, pameran, di galeri yang juga di kebun di Vlla Arrayan, Jalan Pasir Jaya Cigombong," ujar Ita semangat.
Kedepannya, kata dia, pihaknya akan fokus pada eduwisata ecoprint, di mana akan terintegrasi mulai dari pengenalan tanaman yang dapat dijadikan motif, menanam, membuat kain ecoprint serta jenis-jenis hasil kerajinan yang bisa dibuat dari kain/kulit ecoprint disajikan di galeri.
"Kami juga akan membuka wawasan hasil produk. Bahkan akan lebih fokus ke shift ke brand, yang tadinya atelier/sesuai permintaan," ujarnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga