Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Program KEPOTA Bantu Keripik Pohpohan Tamansari Bogor Tembus Pasar yang Lebih Luas

Yosep Awaludin • Kamis, 1 Agustus 2024 | 11:17 WIB
Kemasan baru produk Keripik Pohpohan Tamansari
Kemasan baru produk Keripik Pohpohan Tamansari

RADAR BOGOR-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University di Desa Tamansari meluncurkan program "KEPOTA” (Keripik Pohpohan Tamansari) untuk membantu pelaku usaha rumah tangga (mikro) dalam meningkatkan nilai ekonomis produk mereka.

Program pendampingan UMKM di Tamansari ini berfokus pada perbaikan kemasan produk dan pemasaran melalui kerja sama dengan berbagai mitra.

Usaha keripik pohpohan di Desa Tamansari telah berdiri sejak 1998, dengan nama dagang “CLB RAOS”. Namun, usaha ini sempat berhenti beroperasi karena kurangnya pengetahuan dalam pemasaran produk yang efektif.

Saat ini, hanya satu pelaku usaha yang masih bertahan, yaitu Enay Sunengsih, sehingga program pendampingan ini berpusat pada usaha keripik pohpohan yang dikelola oleh Enay.

Produksi dilakukan secara tidak rutin, hanya ketika ada pesanan, karena tidak memiliki pasar yang tetap.

Kelompok KKN-T membantu memperbarui desain kemasan awal yang hanya berupa plastik bening tanpa stiker atau label, menjadi kemasan aluminium foil full-print.

Kemasan baru ini mencantumkan informasi lengkap seperti komposisi produk, logo halal, berat bersih, tanggal kedaluwarsa, serta informasi mengenai daun pohpohan, dengan tujuan memperluas pengetahuan konsumen tentang produk tersebut.

Melihat nama dagang keripik pohpohan yang saat ini kurang menarik dan sulit diingat, Tim KKN-T juga membantu merumuskan nama baru yang lebih modern, diambil dari nama program pendampingan ini, yaitu KEPOTA.

Harapannya, penggunaan kemasan dan nama baru yang lebih menarik dapat memperpanjang umur simpan produk serta menarik minat konsumen untuk membeli produk keripik pohpohan ini, sehingga meningkatkan nilai ekonomis dari produk tersebut.

Untuk meningkatkan pemasaran, Kelompok KKN-T bermitra dengan SobaTani IPB dalam proses penjualan produk. Ke depannya, Enay akan memasarkan produknya melalui SobaTani, sehingga proses produksi dapat berjalan lebih konsisten dan berkelanjutan.

Selain itu, pemasaran produk keripik ini juga akan didukung oleh siswa-siswi SMAN 1 Tamansari yang tergabung dalam tim ekstrakurikuler kewirausahaan. Dengan demikian, produk keripik pohpohan ini dapat menjadi produk kebanggaan dan ciri khas dari Desa Tamansari.

"Saya sangat berterima kasih atas bantuan dan solusi yang diberikan. Semoga dengan ini, usaha kami bisa terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi kami," ujar Enay Sunengsih.

Sejalan dengan hal ini, koordinator KKN Desa Tamansari, Syahrul Wirahadi, menyatakan, pihaknya berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Tamansari, khususnya dalam mengembangkan UMKM lokal dan mempromosikan produk unggulan Desa Tamansari. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #tamansari #ipb university