RADAR BOGOR - UMKM kain tenun di Kota Bogor seolah tak pernah mati.
Mereka yang berbisnis kain tenun di Kota Bogor, di antaranya Mee Mee dengan brand Tenun By Moi, Meita Lalandos dengan brand Itando Bags dan Gayaniq, Kriti by Lusy Rachmat.
Ketiga UMKM Kota Bogor wanita tersebut terus meningkatkan produksi dan pemasaran, tidak hanya di dalam negeri, tapi sampai luar negeri.
Meita Lalandos kepada Radar Bogor mengatakan saat ini, berbagai lapisan masyarakat baik orang tua maupun kalangan muda (milineal) juga sudah mulai tertarik dengan fashion dari kain tenun.
Mulai dari tas, dress yang sudah dikombinasikan bahan kain yang lain.
Mee Mee juga menambahi, saat ini tidak hanya perempuan yang mengenakan pakaian maupun aksesoris berbahan kain tenun, kaum laki-laki juga saat ini sudah banyak yang mengenakan pakaian dengan bahan tenun.
"Sudah ada jas, kemeja untuk laki-laki. Ada yang pesan couple untuk keluarga," ucap wanita yang pengusaha kuliner ini.
Tak hanya Meita dan Mee Mee saja, Lucy Rachmat juga menuturkan hal yang sama.
Di tahun 2024 dan kedepannya, kain tenun dengan berbagai produk turunannya akan terus berkembang, seiring dengan perkembangan fashion nasional dan dunia.
"Sudah maju banget sekarang kain tenun. Banyak yang kreatif, mengkombinasikan dengan batik, kain biasa. Semua kalangan," terang Lucy.
Dia juga mengatakan, bisnis kain tenun meningkat karena sistem pasar yang terus terbuka dan luas.
Mulai dari toko offline, juga online di sejumlah e-commerce sudah banyak.
Namun menurutnya, mereka juga harus menghadapi tantangan dalam bisnis itu.
Salah satunya soal bahan baku.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga