Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Luncurkan Lini Bisnis Baru, Social Bella Sajikan Insight dan Laporan Terkini di Industri Kecantikan

Omer Ritonga • Kamis, 8 Agustus 2024 | 12:14 WIB
Peluncuran Insight Factory milik SOCO
Peluncuran Insight Factory milik SOCO

RADAR BOGOR—Social Bella, perusahaan teknologi kecantikan terkemuka, secara resmi meluncurkan lini bisnis barunya, Insight Factory milik SOCO.

Untuk membantu para pelaku industri kecantikan membuat keputusan strategis, Insight Factory dari SOCO akan fokus menyajikan informasi dan laporan terbaru tentang industri kecantikan.

Laporan Perilaku Konsumen dan Tren Industri Kecantikan dari Insight Factory by SOCO menandai peluncuran resmi.

Christopher Madiam, Co-Founder & CEO Social Bella, menjelaskan bahwa Insight Factory dari SOCO memungkinkan pelaku industri mengakses data intelijen yang selama ini menjadi rahasia Sociolla untuk memberikan pengalaman kecantikan yang paling relevan dan relevan bagi penggemar kecantikan.

Tim riset yang handal menggunakan data besar dari lebih dari 6 juta anggota SOCO untuk membuat laporan yang menunjukkan kondisi sebenarnya industri kecantikan Indonesia yang terus berkembang secara konsisten.

"Kami berharap laporan ini dapat menjadi referensi utama bagi pelaku industri dalam mengambil keputusan strategis dan bersama-sama mengakselerasi kemajuan industri kecantikan," ujar Christopher.

Menurut laporan Beauty Consumer Behavior and Trend dari Insight Factory milik SOCO, ada peningkatan yang signifikan dalam literasi konsumen Indonesia tentang cara membeli produk kecantikan.

Sebanyak 77% pelanggan kecantikan membaca ulasan sebelum membeli sesuatu. Konsumen juga lebih memahami kandungan dan efektivitas produk, membuat mereka lebih cerdas dan selektif saat memilih produk.

Generasi Z, terutama, lebih cerdas dan tepat dalam mencari tahu tentang kandungan dan bahan aktif produk.

Ini terlihat dari bahan-bahan produk yang paling dicari pada tahun 2023, seperti centella, rice, salicylic acid, snail mucin, dan niacinamide, antara lain.

Amanda Melissa, VP Data Management & Social Business Intelligence Bella, mengatakan bahwa karena semakin banyak orang yang dapat mengakses informasi digital, terutama media sosial, literasi kecantikan di Indonesia meningkat pesat.

Hal ini telah mendorong merek dan bisnis lainnya dalam industri kecantikan untuk menjadi lebih inovatif, kreatif, dan relevan dengan preferensi pecinta kecantikan yang semakin pintar.

Inovasi baru dalam industri kecantikan semakin berkembang, seperti produk khusus untuk kulit sensitif, pre-juvenation skincare untuk memperbarui kulit, dan hybrid makeup yang juga merawat kulit.

Sementara itu, konsep skinification, atau prosedur perawatan menyeluruh untuk wajah, tubuh, dan rambut, mulai berkembang di Indonesia, mendorong kemajuan dalam industri produk perawatan tubuh dan rambut.

Di Indonesia, produk perawatan tubuh dengan bahan aktif dan perawatan kulit kepala mulai muncul lebih banyak karena meningkatnya peminat.

Selain itu, Laporan Perilaku Konsumen Kecantikan dan Trend menunjukkan perbedaan antara generasi milenial dan Gen Z dalam pengeluaran produk kecantikan.

Hanya sekitar sepertiga dari Milenial (34 persen) yang mengeluarkan jumlah kurang dari Rp150 ribu per transaksi, sedangkan hampir setengah dari Gen Z (48 persen) mengeluarkan jumlah yang sama. Milenial 28% mengeluarkan lebih dari Rp300 ribu per transaksi, sementara Gen Z 17%.

Menurut Amanda, generasi milenial lebih siap membelanjakan lebih banyak uang untuk barang-barang yang menawarkan nilai tambah, yang dapat dicapai melalui kualitas barang dan prinsip-prinsip tertentu yang dianut oleh merek.

Di sisi lain, Generasi Z lebih mempelajari dan meneliti tren dan inovasi terbaru dalam produk kecantikan. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa Generasi Z mengalami pertumbuhan paling cepat dalam industri kecantikan, termasuk produk perawatan kulit, makeup, parfum, perawatan tubuh, dan rambut.

Selama tahun 2023, Gen Z memimpin secara signifikan dalam pertumbuhan penjualan produk yang trending dibandingkan dengan milenial.

Gen Z membeli sunscreen tubuh sebesar 175%, sementara Milenial membeli acne pimple patch sebesar 69%. Gen Z meningkatkan pembelian produk perawatan rambut sebesar 227 persen, lebih tinggi dari Milenial sebesar 113 persen.

Gen Z membeli parfum sebesar 304 persen, sedangkan Milenial membeli 160 persen. Sementara itu, Gen Z membeli cushion sebesar 105 persen, sedangkan Milenial membeli 59%.

Beauty Report dari Insight Factory SOCO didasarkan pada analisis data besar dari Beauty Super App SOCO, dan diperkaya dengan survei pelanggan, analisis tren kecantikan, dan publikasi eksternal yang relevan.

Pelanggan dapat memiliki profil kecantikan, memilih dan membeli produk, dan membaca dan menulis ulasan di SOCO. Insight Factory SOCO menggunakan informasi ini untuk memberikan analisis yang akurat dan relevan tentang perilaku penggemar kecantikan dan tren industri kecantikan. (mer)

Editor : Yosep Awaludin
#industri #kecantikan #Social Bella