Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cerita Warung Soeka yang Sukses Menjadi Bakery Favorit di Sumenep dengan Memanfaat KUR

Yosep Awaludin • Senin, 12 Agustus 2024 | 14:08 WIB
Warung Soeka, bisnis milik Nur Fitra seorang ibu rumah tangga dari Sumenep
Warung Soeka, bisnis milik Nur Fitra seorang ibu rumah tangga dari Sumenep

RADAR BOGOR - Sejak 2014 lalu, Nur Fitra, seorang ibu rumah tangga dari Sumenep, telah mengembangkan usahanya Warung Soeka dengan pandai memanfaatkan peluang.

Awal membuat usaha Warung Soeka karena Fitra memiliki keinginan untuk berjualan roti dengan sistem pre-order atau berdasarkan pesanan saja.

Fitra lambat laun membuat roti yang menarik banyak peminat, yang kemudian memberinya kesempatan untuk mendirikan bakery sendiri, Warung Soeka.

Fitra menceritakan bahwa dia suka dunia kuliner sejak belum menikah. Dia awalnya memiliki bisnis catering di Pulau Sapeken, tempat kelahirannya.

Setelah menikah dan pindah ke Sumenep, ia mencoba menjual roti, awalnya hanya di kantor sang suami.

"Saya mencoba membuat roti untuk dijual di skala kecil di kantor suami pada tahun 2014. Ternyata responsnya bagus, banyak peminatnya, jadi saya mulai tertarik untuk terjun lebih dalam lagi ke dunia bakery," katanya.

Sejak saat itu, ia terus berusaha untuk belajar membuat roti. Dia berpikir bahwa bakery ini mungkin memiliki modal yang besar karena banyaknya alat.

"Pada awalnya, saya menggunakan oven tangkring dan kemudian ngulennya dengan mixer tangan dan kadang-kadang dengan tenaga otot. Banyak orang yang mengulangi pembelian, menunjukkan bahwa peminatnya meningkat," ujarnya.

Nama yang dipilih untuk bisnis roti tersebut adalah Warung Soeka, yang sebenarnya diambil dari bisnis catering yang dia miliki sebelum menikah, dengan harapan produk yang dia jual tidak hanya roti tetapi juga berbagai makanan lainnya.

"Saat saya memulai usaha, Roti Boy sedang booming, dan kebetulan saya membuatnya banyak yang suka. Tapi kalau di Warung Soeka, kita kasih nama Roti Bin. Produk ini juga yang membuat nama Warung Soeka besar dan dikenal banyak orang, dan sampai sekarang masih menjadi produk favorit," terangnya.

Jumlah pesanan Fitra yang terus meningkat hingga ratusan item setiap hari menunjukkan bahwa Warung Soeka semakin mendapat tempat di hati masyarakat Sumenep.

Fitra berpikir untuk mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI setelah kewalahan sendiri karena kurangnya peralatan.

Di awal 2018, ia mendapat order sebanyak 250 pcs. Saat itu, ia menggunakan hand mixer yang membutuhkan waktu lebih lama. Lalu customernya menyarankan ia untuk ambil KUR di BRI untuk modal usaha pembelian alat.

"Saya tidak berpikir tentang hal itu pada saat itu, tetapi permintaan itu menjadi lebih banyak dan membuat saya kewalahan. Jadi saya coba beranikan diri untuk mengajukan, Alhamdulillah prosesnya cepat, saya juga tidak menyangka," katanya.

"Nominal pinjaman pertama saya adalah Rp10 juta, lalu naik menjadi Rp25 juta, Rp50 juta, dan sekarang mencapai Rp100 juta. Nominalnya semakin bertambah dan prosesnya juga lebih cepat, mungkin karena track record saya yang baik, jadi ACC melakukannya lebih cepat," jelasnya.

Fitra menggunakan pinjaman ini untuk mendapatkan lebih banyak peralatan produksi. Warung Soeka tentunya membutuhkan alat yang lebih canggih karena jumlah pesanan yang diterima semakin meningkat. Ini akan memungkinkan mereka menyelesaikan pesanan dengan lebih cepat.

Dengan bantuan dana ini, Fitra juga dapat membangun toko sendiri di rumah dan membangun dapur produksi khusus untuk menyimpan alat yang semakin banyak.

Baca Juga: Sempat Viral, Begini Sekarang Kondisi Kuburan Pesawat di Kemang Bogor 

Fitra mengungkapkan bahwa BRI tidak hanya memberikan pendanaan tetapi juga memberikan fasilitas untuk pengembangan bisnis, seperti pelatihan dan seminar.

Ia juga pernah mengikuti beberapa kursus, seperti pelatihan halal, dan kami juga sempat mengikuti seminar penjualan online. Selain itu, klien ini benar-benar diberi bimbingan untuk mengembangkan usaha mereka sendiri. “Saya pikir ini ilmu yang sangat berharga,” katanya.

Fitra juga berharap kerja sama dengan BRI akan terus berlanjut karena BRI memberikan banyak peluang kepada UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka.

Dia mengatakan bahwa dia berharap BRI terus menjaga UMKM karena mereka adalah pilar ekonomi negara. Dia meminta agar BRI terus mengawasi dan membimbing UMKM yang ada di Sumenep ini khususnya agar terus berkembang.

Dalam kesempatan lain, Direktur Bisnis Mikro Supari mengatakan bahwa sektor produksi menyumbang 55% KUR BRI.

Selain itu, BRI berharap dapat memenuhi penyaluran KUR tahun ini senilai Rp 165 triliun sebelum September 2024.

"Hal ini dapat dicapai dengan adanya percepatan graduasi atau upaya untuk membuat klien eksisting naik kelas," katanya.

"Cerita UMKM Warung Soeka di Sumenep menjadi salah satu contoh bagaimana pembiayaan dan pendampingan usaha yang kami berikan dapat mendorong kapasitas usaha pelaku UMKM," tukasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#sumenep #bri #warung