Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Luar Biasa, Kinerja Reksa Dana Power Fund Series Lampaui IHSG

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 20 Agustus 2024 | 20:24 WIB
Head of IPOT Fund PT Indo Premier Sekuritas, Dody Mardiansyah
Head of IPOT Fund PT Indo Premier Sekuritas, Dody Mardiansyah

RADAR BOGOR - Manajer investasi sering menggunakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai ukuran untuk menilai kinerja investasi mereka.

Manajer investasi biasanya lebih suka bermain aman dengan IHSG sebagai benchmark yang mudah diakses.

Jika produk investasi seperti portofolio saham, reksa dana, atau ETF dapat mengalahkan IHSG, itu menunjukkan bahwa produk tersebut memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan rata-rata pasar.

Dody Mardiansyah selaku Head of IPOT Fund PT Indo Premier Sekuritas mengungkapkan, investor atau produk investasi selalu ingin mengalahkan IHSG karena menunjukkan bahwa strategi investasi mereka berhasil.

Ini berbeda dengan rangkaian produk Power Fund Series (PFS) yang jauh melampaui IHSG.

Ia menegaskan, performa PFS (Power Fund Series) yang sangat mengesankan makin meningkatkan kepercayaan para investor.

Berkat kinerjanya yang baik dan konsisten, kata dia, PFS mampu menarik minat para investor.

"Selain empat keunggulan yakni 100 real-time pricing, persen transparansi portofolio, multi opsi transaksi dan pencairan dana pasti dalam dua hari yang ditawarkan, PFS juga menarik investor dengan kinerjanya yang konsisten dan unggul," terang Dody.

Lebih lanjut ia mengatakan, top product PFS dalam tiga tahun terakhir per 16 Agustus 2024 mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja senilai 50 persen dibanding pertumbuhan kinerja IHSG sebesar 22 persen, dengan Reksa Dana Premier ETF High Dividend 20 (XIHD) yang mengusung tema earnings quality dan Reksa Dana Indeks Premier ETF PEFINDO i-Grade (XIPI) bertema credit quality sebagai kontributor utama.

Lebih lanjut ia mengatakan, Keberhasilan kinerja Power Fund Series tidak lepas dari portofolio saham yang didominasi saham berkapitalisasi besar dengan transparansi yang mendasarinya (underlying) dan fundamental kuat.

Transparansi underlying PFS berbeda dengan reksa dana yang hanya menampilkan sepuluh underlying terpenting, memungkinkan investor melihat komposisi portofolio secara menyeluruh dan transparan setiap hari.

Ia menegaskan, saham underlying di Power Fund Series telah membuktikan peningkatan kinerja keuangan yang konsisten serta memiliki dasar yang kuat selama dekade terakhir.

Tak hanya sektor perbankan, top product Power Fund Series pun menginvestasikan dananya pada sektor lain diantaranya barang baku, konsumsi, infrastruktur, industrial energi serta berbagai sektor lainnya dengan transparansi portofolio yang tinggi.

Pemerintah sudah menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2025, yang memberikan proyeksi ekonomi untuk tahun depan. Itu sejalan dengan kinerja yang positif dari PFS

Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan pemerintah mencapai 5,2 persen, nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Rp16.100, dengan inflasi terjaga di level 2,5 persen dan proyeksi yield Surat Berharga Negara (SBN) di level 7,1 persen.

Dalam pidato Nota Keuangan yang dibacakan Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus 2024, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus didorong oleh permintaan domestik dan akan berfokus pada inklusivitas, stabilitas, dan keberlanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan serta pemerataan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif hingga berkelanjutan.

Perekonomian Indonesia yang makin baik ditargetkan mampu menguatkan aliran kas, mendorong pertumbuhan laba emiten dan meningkatkan pembagian dividen.

Faktor dasar yang positif tersebut, bisa memberikan keuntungan terhadap 13 Power Fund Series yang sudah terbukti jadi pilihan investasi utama para investor. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#ihsg #reksa dana #Power Fund Series