RADAR BOGOR - Pj Ketua Dekranasda Kota Bogor Windy Wuryaning Tyas Primadini berkeliling ke sejumlah tempat kerajinan di Kota Bogor.
Sejumlah tempat yang dikunjungi, yaitu Kampung Jelujur Margajaya, Arae Ecoprint Bubulak, dan Gerai Kerajinan Deskranasda di Lippo Keboen Raya pada Senin (2/8/2024).
Windy Wuryaning Tyas Primadini mengatakan, dirinya berkeliling tempat kerajinan bersama dengan Dinas Usaha Micro Kecil Menangah (UMKM). Mereka ingin melihat potensi usaha kerajinan yang bisa dikembangkan oleh Dekranasda.
"Potensinya luar biasa, salah satunya kampung jelujur kemudian ecoprint. Ke depan kita akan coba seperti apa untuk meningkatkan Dekranasda Kota Bogor," katanya.
Salah satu lokasi yang dikunjungi yaitu Kampung pengerajin Jelujur sendiri disebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Sebab usaha yang berjalan berbasis pemberdayaan masyarakat setempat.
Jelujur sendiri yaitu teknik menjahit atau kayu yang dipasang mendatar sebagai penutup pintu kandang.
"Ide ini muncul saat covid-19 membuat aktivitas terkendala akhirnya mereka mengeluarkan potensinya masing-masing, salah satunya itu dengan melakukan kerajinan seni Jelujur tadi," ungkapnya.
Seni jelujur di Kelurahan Margajaya ini pun bisa bertahan karena terus dijaga secara konsisten. Warga secara rutin memberikan pelatihan ke warga lainnya agar bisa ikut mahir Jelujur.
"Pelatihan gratis, sehingga ibu-ibu di kelurahan Margajaya terbangkitkan potensinya, sekarang sudah hampir 40 pengrajin, latihan-pelatihannya diselenggarakan setiap dua minggu sekali," tuturnya.
Kemudian di Gerai Dekranasda Lippo Keboen Raya akan dijadikan sebagai tempat menjual kerajinan dan menggelar pelatihan untuk masyarakat.
Gerai ini telah ada sejak 2020 lalu namun baru akan diaktifkan secara rutin pada 2024 ini.
"Kegiatannya ini pelatihan dengan bekerja sama dengan pihak Dekranasda dan pihak UMKM, nanti yang dijual ini untuk umum sebetulnya. Pelatihamnya bisa batik, ecogreen, keramik dan lainnya mengenai karya di Kota Bogor," katanya.
Lebih jauh, dengan semua potensi yang dimiliki kerajinan di kota Bogor, kata Istri Pj Wali Kota Bogor ini, bisa dikembangkan dengan menyelesaikan masalah yang dihadapi. Setelah masalah itu selesai promosi dan pemasaran harus dilakukan mengikuti tren yang berkembang saat ini.
"Nanti kita lihat potensinya seperti apa, kemudian juga kita lihat di pasaran seperti apa, persaingannya kita harus punya berbeda dengan yang lainnya. Nanti kita lihat bisa kita munculkan sesuatu yang baru, yang lebih kompetitif dengan kerajinan yang lain," bebernya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga