Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BRI Jadi BUMN dengan Setoran Dividen Terbesar ke Negara Selama 10 Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo

Yosep Awaludin • Rabu, 18 September 2024 | 10:26 WIB
BRI menjadi BUMN dengan setoran dividen terbesar ke kas negara diantara perusahaan BUMN lainnya
BRI menjadi BUMN dengan setoran dividen terbesar ke kas negara diantara perusahaan BUMN lainnya

RADAR BOGOR - PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, juga dikenal sebagai BRI, terus menunjukkan komitmennya sebagai perusahaan BUMN yang berhasil menghasilkan nilai ekonomi dan nilai sosial kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Negara.

Faktanya, BRI menjadi BUMN dengan setoran dividen terbesar ke kas negara selama sepuluh tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sebagaimana dikutip oleh bisnis.com, laporan yang diolah oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dari tahun 2014 hingga 2023 menunjukkan bahwa BRI memiliki setoran dividen terbesar sebesar Rp90,79 triliun.

Setoran dividen BRI ke kas negara selama periode 2014–2023 berkisar antara Rp3,6 triliun hingga Rp23,23 triliun. Sebagai contoh, setoran dividen BRI ke kas negara sejak tahun 2014 adalah sebagai berikut:

- 2014 Rp3,60 triliun
- 2015 Rp4,13 triliun
- 2016 Rp4,36 triliun
- 2017 Rp6,00 triliun
- 2018 Rp7,47 triliun
- 2019 Rp9,52 triliun
- 2020 Rp11,77 triliun
- 2021 Rp6,92 triliun
- 2022 Rp14,04 triliun
- 2023 Rp23,23 triliun

Menurut Sunarso, Direktur Utama BRI, pembagian dividen ini adalah bukti komitmen BRI untuk menciptakan nilai ekonomi utama bagi para shareholder.

Pihak itu yakin akan terus menghasilkan nilai dan memberikan return yang optimal kepada pemegang saham melalui strategi dan inisiatif yang didukung oleh pengelolaan modal yang baik.

Ini menunjukkan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki fungsi sebagai agen pengembangan dan pencipta nilai dapat melaksanakan fungsi ekonomi dan sosial secara bersamaan.

"Laba tersebut akan kembali ke negara sebagai pemegang saham mayoritas melalui pembayaran pajak dan dividen. Selanjutnya, keuntungan ini digunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia melalui berbagai program pemerintah," ujar Sunarso.

Karena permodalan BRI masih kuat, Sunarso menegaskan BRI akan tetap membagikan dividen dengan menjaga rasio pembayaran dividen yang ideal.

"BRI memiliki tambahan modal sebesar Rp 41 triliun yang berasal dari right issue pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian. Selain itu, rasio kecukupan modal BRI masih sangat kuat, dengan CAR BRI tercatat sebesar 25,13% pada akhir Triwulan II 2024," tuturnya.

BRI dapat membagikan keuntungan sebagai dividen dengan permodalan yang kuat. Sebagai CEO, Sunarso yakin bahwa berapa pun keuntungan BRI selama lima tahun ke depan, layak dibagi dalam bentuk dividen. "Kenapa? karena untuk memperkuat modal, tidak perlu menahan laba," kata Sunarso

Sementara itu, Menurut Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian BUMN memiliki target dividen sebesar Rp90 triliun pada tahun 2025.

"Kami ditargetkan Rp90 triliun untuk dividen tahun 2025, jadi ada peningkatan dari Rp85 triliun (2024) menjadi Rp90 triliun. Saya rasa angka yang fantastis," ujar Erick Thohir.

Erick Thohir menyadari bahwa peningkatan laba dan efisiensi adalah alasan setoran dividen BUMN ke kas negara. Sama-sama, tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dilakukan.

"Mungkin banyak pihak tidak suka karena peningkatan ini tidak mungkin hanya bergantung pada laba, misalnya dari sumber daya alam. Mau tidak mau, efisiensi juga diperlukan," katanya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#deviden #bri #bumn