Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Selama PON XXI, Volume Transaksi QRIS dan ATM BSI di Aceh Meningkat Dua Digit

Yosep Awaludin • Rabu, 25 September 2024 | 10:07 WIB
Direktur Utama BSI Hery Gunardi (tengah) didampingi Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kanan) dan Direktur Risk Management BSI Grandhis Helmi Harumansyah saat menyusuri venue PON XXI.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi (tengah) didampingi Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kanan) dan Direktur Risk Management BSI Grandhis Helmi Harumansyah saat menyusuri venue PON XXI.

RADAR BOGOR - Dalam dua minggu gelaran PON XXI Aceh-Sumatera Utara, jumlah transaksi QRIS dan ATM PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI meningkat dua kali lipat dari jumlah normal.

Selama kompetisi atletik tertinggi tingkat nasional tersebut berlangsung di Bumi Serambi Mekah, ini menunjukkan kesuksesan BSI sebagai pendukung utama yang berkontribusi terhadap kelancaran transaksi finansial.

Data Perseroan menunjukkan bahwa volume transaksi QRIS BSI meningkat 30% dari rata-rata sebesar Rp1,27 miliar pada periode 9–20 September 2024, atau selama PON XXI.

Jumlah transaksi di ATM-ATM BSI juga meningkat sebesar 10,6% dari rata-rata, dengan nilai rata-rata sebesar Rp115,2 miliar, yang diperoleh dari jumlah transaksi sebanyak 164.559 kali, atau naik 8,8% dari rata-rata.

Sehubungan dengan peningkatan kinerja ini, Hery Gunardi, Direktur Utama BSI, menyatakan bahwa kehadiran BSI selama PON XXI adalah salah satu upaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi perbankan syariah di Indonesia.

Dia berharap masyarakat, atlet, pejabat, dan wisatawan Aceh lebih memahami produk dan layanan BSI, sehingga BSI dapat menjadi sahabat finansial, sosial, dan spiritual mereka di masa depan, tidak hanya di Tanah Rencong.

Hery bersyukur BSI bisa secara langsung mendukung kelancaran transaksi finansial selama PON XXI. Oleh karena itu, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, atlet, pejabat, dan wisatawan yang mengakses BSI sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual selama PON XXI.

"Semoga kehadiran BSI di PON XXI kemarin dapat mendekatkan masyarakat dengan perbankan syariah dan membuat masyarakat lebih mengenal produk dan layanan BSI," tuturnya.

Selain itu, volume transaksi yang dilakukan melalui mesin EDC BSI telah meningkat sebesar 8,8 persen dari rata-rata sebesar Rp339 juta.

Selama PON XXI, cabang BSI rata-rata menerima uang melalui teller sebesar Rp241,8 miliar dan menerima uang sebesar Rp237,6 miliar, sementara volume transaksi rata-rata melalui BSI Smart Agent naik sekitar 5%, atau senilai Rp 170,3 juta.

BSI meningkatkan layanan secara signifikan untuk mendukung acara tersebut. Selama PON XXI, BSI menyiapkan 910 ATM untuk mendukung transaksi. Dari jumlah tersebut, 206 mesin ATM baru, dengan 117 di Banda Aceh, 54 di Lhokseumawe, dan 35 di Meulaboh.

Selain itu, BSI menyediakan layanan digital payment berbasis QRIS dan EDC yang tersedia di banyak toko di Aceh. Secara keseluruhan, 45.866 pedagang QRIS terdaftar, melampaui target 45.000 pedagang, dan 1.399 pedagang EDC telah dipasang.

Selain itu, BSI menyediakan lebih dari Rp2,7 triliun dalam bentuk uang tunai di 16 Kantor Cabang, 137 Kantor Cabang Pembantu (KCP), dan 7 Kantor Fungsional Pendanaan (KFF). Oleh karena itu, BSI dapat memastikan bahwa kebutuhan uang masyarakat selama PON terpenuhi.

Selama PON XXI kemarin, BSI tidak hanya memperhatikan infrastruktur perbankan tetapi juga kebutuhan spiritual atlet dan pengunjung.

"BSI menyiapkan mobil musala di dua lokasi utama, Stadion Harapan Bangsa dan Lapangan Tembak Rindam. Selain itu, BSI menyiapkan delapan unit musala knock down di berbagai lokasi, seperti stadion, pelabuhan, dan pusat olahraga," ujarnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#BSI #PON XXI #Transaksi QRIS