Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

GAPKI MoU dengan RCEP Cultural Trade Cooperation Center di CAEXPO-CABIS 2024, Ayo Buruan Cek Manfaat Besarnya

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 28 September 2024 | 07:35 WIB
GAPKI MoU dengan RCEP Cultural Trade Cooperation Center di CAEXPO-CABIS 2024
GAPKI MoU dengan RCEP Cultural Trade Cooperation Center di CAEXPO-CABIS 2024

RADAR BOGOR – Sebagai upaya strategis untuk memperkuat perdagangan kelapa sawit Indonesia di pasar internasional, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan RCEP Cultural Trade Cooperation Center pada ajang CAEXPO-CABIS ke-21.

Kegiatan penandatanganan MoU ini berlangsung di stand BPDPKS, Paviliun City of Charm Hall B2 di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC), Jumat 27 September 2024.

Penandatanganan MoU kali ini dilakukan Wakil Sekretaris Jenderal GAPKI, Lolita Bangun serta Direktur Eksekutif Komite RCEP National Pavilion, Willy Wu.

Kesepakatan tersebut fokus pada peningkatan perdagangan sawit Indonesia di wilayah-wilayah dalam RCEP atau Regional Comprehensive Economic Partnership.

Para pejabat senior dari Indonesia yakni Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan, Miftah Farid serta Kepala Divisi Kemasyarakatan dan Civil Society BPDPKS, Aida Fitria hadir dalam Penandatanganan MoU kali ini.

Ya, kedatangan para pejabat tersebut sangat penting sebab menandai kerja sama Indonesia dalam mempromosikan sawit di pasar internasional, terutama di wilayah Asia Pasifik.

Wakil Sekretaris Jenderal GAPKI, Lolita Bangun mengungkapkan, tujuan MoU demi memperkuat posisi sawit Indonesia di pasar internasional, terutama di negara-negara yang tergabung RCEP.

"Kami yakin melalui kerja sama ini potensi sawit Indonesia semakin besar di pasar Asia Pasifik. Langkah ini penting untuk GAPKI dalam memperluas jaringan perdagangan plus mempromosikan praktik-praktik sawit yang berkesinambungan," jelasnya.

Direktur Eksekutif Komite RCEP National Pavilion, Willy Wu menegaskan, RCEP Cultural Trade Cooperation Center berperan dalam memfasilitasi ekspansi berbagai produk sawit Indonesia ke pasar internasional.

Pihaknya yakin sawit Indonesia mempunyai peluang besar di wilayah RCEP, dan memberikan dukungan penuh untuk mempercepat langkah tersebut.
Apa itu RCEP?

Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP merupakan perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia yang berlaku sejak 15 November 2020.

RCEP berbasis di Shenzhen, China dan menggandeng 15 negara anggota, diantaranya 10 negara ASEAN serta mitra dagang utama yakni Jepang, China, Korea Selatan, Selandia Baru hingga Australia.

Tujuan utamanya yakni untuk memperkokoh hubungan perdagangan serta investasi di kawasan Asia Pasifik, dengan fokus penghapusan tarif serta penyederhanaan aturan perdagangan.

Shenzhen dalah salah satu kota paling maju di China dalam sektor perdagangan mancanegara.

Di 7 bulan pertama tahun 2024, total nilai ekspor maupun impor Shenzhen mencapai 2,59 triliun RMB yakni naik 29,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#sawit #gapki #RCEP Cultural Trade Cooperation Center