Founder Onmen, dr. Ian mengakui, ekspor perdana tersebut bakal membawa 5.000 boks Onmen. Tujuan ekspor pertama itu bakal menjangkau Arab Saudi.
Meski begitu, negara-negara Arab yang lainnya telah dikantongi perusahaannya, PT Sukses Genggam Semesta.
"Ini trial untuk Arab Saudi. Tapi dari perjanjian yang kita buat itu ada 6 negara, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman. Mulai tahun depan, minimal pesan 10 ribu (boks) per negara," jelas lelaki yang juga Owner Man Clinic Indonesia ini.
Ia menambahkan, setiap negara bakal menyumbangkan omzet lebih dari Rp1 miliar per bulan. Kontrak distribusi produk minuman herbal stamina pria itu akan berlangsung selama setahun.
Dokter Ian pun menerangkan, produknya memang punya keunggulan yang membuat para konsumen di negara Arab cukup tertarik.
Produk minuman herbal stamina pria, Onmen, dipastikan sangat aman dan memiliki hasil yang instan.
"Produknya herbal semua sehingga tidak bahaya. Paling utama adalah yang membuat produk ini adalah dokter, yang tahu indikasi dan kontraindikasi, dan lainnya," garansinya.
Suplemen berwana ungu itu juga telah menjalani riset dan uji klinis selama kurang lebih 5 tahun.
Onmen adalah suplemen sexual boost power dari formulasi herbal tumbuhan guarana dari Brazil, cordyceps dari Himalaya, dan ginseng Korea untuk membantu meningkatkan stamina dan energi pria.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bogor, Erli Haryanto mengakui, proses ekspor yang dijalani Onmen melalui proses yang lama.
Mereka pun telah melewati tahap pembinaan UMKM untuk siap ekspor bersama Bea Cukai, beberapa waktu sebelumnya.
Pihak Bea Cukai Bogor selalu memfasilitasi UMKM yang ingin naik kelas meluaskan pemasaran hinga ke luar negeri.
"Mudah-mudahan ini langkah awal aja. Kita berharap ini akan menjadi lebih besar lagi. Kita selalu mendukung untuk mengembangkan ekspor," tandasnya.
Sementara itu, Kabid Perindustrian Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (KUKM-Dagin), Ferry Firmansyah mengakui, baru ada 65 Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Bogor yang melakukan ekspor. Nilai ekspornya juga mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Oleh karena itu, ekspor yang dilakukan PT Sukses Genggam Semesta menjadi angin segar untuk mendongkrak nilai ekspor dari Kota Bogor.
"Nilai ekspor pada tahun 2024 ini kita harapkan bisa meningkat. Mudah-mudahan ekspor dari PT Sukses Genggam Semesta akan terus berkembang dan tentu kita akan support terus," pungkasnya.(mam)
Editor : Pipin Apriani