Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sejarah KFC Indonesia, Restoran Cepat Saji yang Rugi Rp557 Miliar hingga Tutup 47 Gerai dan PHK Karyawan

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 9 November 2024 | 13:36 WIB
Ayam goreng, merupakan salah satu menu khas KFC.
Ayam goreng, merupakan salah satu menu khas KFC.

RADAR BOGOR - KFC tengah menjadi sororan terkait kabar restoran cepat saji di Indonesia itu mengalami kerugian mencapai angka Rp557,08 miliar hingga menutup 47 gerai. 

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) selaku pengelola KFC Indonesia mencatat rugi bersih menembus angka Rp557,08 miliar pada Kuartal III-2024. Angka ini membengkak 265,5 persen secara tahunan atau year on year (YoY).

Dikutip dari Jawa Pos berdasarkan laporan keuangan Kuartal III-2024, pendapatan FAST mengalami penurunan 22,28 persen YoY menjadi Rp3,59 triliun yang mana sebelumnya mencatatkan pendapatan Rp4,61 triliun.

Tak hanya itu KFC Indonesia juga telah menutup 47 gerai KFC sejak akhir 2023 lalu. Sebelumnya terdapat 762 dan kini berjumlah 715 gerai. 

Selain menutup gerai, jumlah karyawan juga berkurang. Jika sebelumnya memiliki 15.989 karyawan dan kini menjadi 13.715 karyawan. Dengan demikian terdapat pengurangan 2.274 karyawan. 

Kabar KFC Indonesia mengalami kerugian hingga menutup puluhan gerai sampai berkurangnya jumlah karyawan viral di media sosial. Seiring kabar tersebut, berikut sejarah KFC Indonesia yang telah hadir menemani selama puluhan tahun.

Melansir laman resmi KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk merupakan pemegang hak waralaba tunggal untuk merek KFC di Indonesia dan didirikan oleh Keluarga Gelael tahun 1978.

Perseroan mendapat akuisisi waralaba dengan pembukaan gerai pertama pada Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta.

Setelah dibukanya gerai pertama, KFC Indonesia semakin berkembang dan sukses membuka banyak gerai hingga ke sejumlah kota lainnya di Indonesia.  

Seiring berjalannya waktu pada 1990 Salim Group bergabung dan menjadi salah satu pemegang saham utama.

Kemudian pada 1993, Perseroan terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta atau sekarang bernama Bursa Efek Indonesia.

 

Kepemilikan saham mayoritas 80% pada saat ini terdistribusi 43,84% kepada PT Gelael Pratama dari Gelael Group dan 35,84% kepada PT Megah Eraraharja dari Salim Group; sementara saham minoritas (20%) terbagi kepada masyarakat dan koperasi karyawan.

Perseroan memperoleh hak menggunakan merek KFC dari pemilik waralaba saat ini, Yum! Asia Franchise Pte Ltd, yang merupakan bagian dari Yum! Restaurants International (YRI).

 

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#kfc #viral #sejarah #phk