RADAR BOGOR—PT Prudential Syar Life Assurance (Prudential Syariah) terus berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang asuransi syariah dan keuangan di Indonesia.
Di Aula Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prudential Syariah bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mengadakan seminar dengan judul "Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah bagi Civitas Akademika, Pelaku Usaha, dan Masyarakat untuk Akselerasi Keuangan Syariah di Indonesia."
Lebih dari 700 orang hadir pada seminar Prudential Syariah. Mereka terdiri dari komunitas, akademisi, dan pelaku UMKM dari Jabodetabek dan Banten.
Perwakilan regulator, praktisi yang mewakili perusahaan asuransi syariah, dan akademisi finansial syariah memberikan presentasi di kegiatan ini.
Di antaranya adalah Dr. Friderica Widyasari Dewi, SE., MBA, perwakilan dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan; Nyimas Rohmah, perwakilan dari Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan; Bondan Margono, Head of Sharia Proposition & Governance Prudential Syariah; Dan Ichwan Septiadi, Sharia Focused KPM Lead Prudential Syariah; dan Dr. H. Indra Gunawan, SE., SIP., MSc, Anggota Badan Pelaksana BPKH & Dosen
Narasumber membahas peran penting, keuntungan, dan keunggulan keuangan syariah dalam mewujudkan stabilitas keuangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Di sisi lain, masih ada perbedaan yang signifikan antara literasi keuangan syariah (39,11 persen) dan inklusi (12,88 persen) di negara asalnya.
Selain itu, seminar membahas bagaimana dan bagaimana generasi muda dapat menjadi entrepreneur yang baik.
Mereka harus memiliki keterampilan untuk memulai dan mengembangkan bisnis yang berdaya secara finansial dengan mengikuti prinsip-prinsip syariah.
Menurut Financial Health Index Survey 2020, ketahanan finansial masyarakat Indonesia sangat rendah. Hanya 9% orang Indonesia memiliki dana darurat yang cukup untuk bertahan lebih dari enam bulan jika mereka kehilangan penghasilan.
Bondan Margono, Head of Sharia Proposition and Governance Prudential Syariah, mengatakan pengetahuan tentang keuangan syariah, terutama asuransi syariah, merupakan dasar yang sangat penting untuk membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Bondan menyatakan bahwa asuransi syariah dapat menjadi salah satu alat yang dapat dipertimbangkan oleh keluarga Indonesia untuk mencapai ketahanan finansial sebagai cara ikhtiar menghadapi risiko kehidupan di masa depan.
Selain itu, sektor keuangan syariah masih membutuhkan sumber daya manusia, terutama untuk mendorong masyarakat untuk secara aktif dan masif memanfaatkan layanan keuangan syariah.
Menurut Ichwan Septiadi, pemimpin KPM yang berfokus pada Sharia, sektor keuangan syariah membutuhkan peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam mengembangkan ekosistem keuangan syariah.
GenPRU Syariah, komunitas anak muda yang didirikan Prudential Syariah untuk membantu menjadi entrepreneur dengan membantu mereka menjadi perencana keuangan yang berkualitas dan mengurangi risiko keuangan di masa depan.
Mereka dapat menjadi lebih percaya diri, mandiri secara finansial, dan mendukung lebih banyak keluarga Indonesia melalui proteksi berbasis syariah dengan bergabung bersama GenPRU Syariah.
Dengan berbagai pelatihan keterampilan di bidang manajemen keuangan, bisnis, dan kepemimpinan yang berkualitas internasional, GenPRU Syariah dapat menjadi pilihan karir yang ideal bagi mahasiswa dan civitas akademika.
Di samping meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka, para peserta memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan di usia muda dan berhubungan dengan pengusaha muda lainnya.
"Kami berharap melalui kegiatan edukasi ini, kami dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta tentang keuangan syariah serta menciptakan masyarakat yang berdaya dan mampu mengelola keuangan dengan baik, yang pada akhirnya akan menggiring mereka untuk meraih yang terbaik dalam kehidupan," tuturnya.
Dengan memberikan proteksi berbasis syariah, mendorong saling tolong-menolong dan mencapai hidup yang lebih berkah, Prudential Syariah berkomitmen menjadi mitra yang amanah bagi generasi saat ini dan mendatang. (mer)
Editor : Yosep Awaludin