Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Petani Ini Berhasil Mengembangkan Budidaya Alpukat Melalui Program Pemberdayaan BRI Klasterku Hidupku

Yosep Awaludin • Kamis, 21 November 2024 | 09:58 WIB
Klaster Usaha Binaan BRI, Pusbikat Ungaran, yang berfokus pada budidaya buah alpukat.
Klaster Usaha Binaan BRI, Pusbikat Ungaran, yang berfokus pada budidaya buah alpukat.

RADAR BOGOR—Melalui Program Klasterku Hidupku, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau BRI, berkomitmen untuk terus mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pertanian.

Salah satu kisah yang menarik datang dari Klaster Usaha Binaan BRI, Pusbikat Ungaran, yang berfokus pada budidaya buah alpukat.

Ketua Klaster Usaha Binaan BRI, Agus Riyadi, menjelaskan bahwa namanya berasal dari Pusat Pemasaran dan Edukasi Budidaya Alpukat (Pusbikat) yang terletak di Desa Baran Gembongan, Semarang.

Saat berpartisipasi dalam Bazaar Klaster My Lives My Way di Taman BRI pada 15 November 2024 lalu.

"Pusbikat ini awalnya hanya mencakup satu wilayah, satu RT di satu lingkungan. Tapi kemudian berkembang menjadi satu kampung," katanya.

Ada 20 petani alpukat di daerah mereka sendiri, Desa Baran Gembongan, Kelurahan Baran, Kecamatan Ambarawa.

Para petani ini terkenal mampu menghasilkan alpukat unggulan lokal yang sangat baik. Daerah ini menghasilkan buah alpukat dengan daging yang lembut, rasa gurih, dan kandungan gizi yang tinggi.

Pada awal tahun 2011, Agus hanya menanam dua pohon alpukat yang ditanam dan diberdayakan sendiri. Ketika panen alpukat pada akhirnya berhasil, orang-orang di sekitarnya bersemangat untuk menjadi petani alpukat juga.

Selain itu, berperen mendidik orang tentang cara menanam dan menjaga alpukat. Diharapkan Desa Baran Gembongan dapat menjadikan alpukat sebagai ikon desa yang berdaya saing dan disukai masyarakat luas dengan keberadaan Pusbikat.

Saat ia menerima permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2020, hubungannya dengan BRI sendiri dimulai.

Ia menggunakan modal tersebut untuk memperluas bisnisnya dan menumbuhkan penanaman alpukatnya. Selain itu, mereka mulai dari nol, mulai dari persiapan biji dan bibit, penanaman, perawatan, dan pemasaran.

Hasilnya, budidaya pohon alpukatnya dapat menghasilkan banyak produk panen, meskipun hasil panen kadang-kadang tidak dapat diprediksi.

Dengan harga jual rata-rata sekitar Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram, hasil panen yang baik dapat mencapai 1-2 ton per hari. Secara umum, buah alpukat sendiri ditanam tiga kali setahun.

Agus mengatakan dia mendapatkan banyak manfaat dari pemberdayaan di program Klasterku Hidupku dari BRI, termasuk bantuan dalam memperluas jaringannya.

"Pastinya kami mendapat banyak pengalaman, hubungan, dan motivasi. Keuntungan sendiri tidak hanya berupa uang, tetapi juga melalui promosi dan branding produk, yang dapat menghubungkan bisnis dengan keberlanjutan," ujarnya.

Klaster Pusbikat akan terus berkembang dengan Agus memperluas mitranya dengan pengusaha lokal dan petani daerah.

"Karena memang tujuan kami ingin mengangkat ekonomi masyarakat dengan mengajari budi daya tanaman alpukat yang bisa dilakukan di depan rumah, belakang rumah, dan tidak harus skala perkebunan," ungkapnya.

Selain itu, ia berharap BRI terus membantu petani, terutama dalam hal permodalan, sehingga lebih mudah mengirimkan produk alpukat ke seluruh Indonesia.

Selain itu, Supari, Direktur Bisnis Mikro BRI, menyatakan bahwa BRI berkomitmen untuk terus mendukung dan mendorong usaha kecil dan menengah (UMKM) melalui program Klasterku Hidupku.

"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha tetapi juga melalui pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya, sehingga UMKM dapat terus tumbuh dan semakin tangguh," tuturnya.

"Semoga apa yang ditunjukkan klaster usaha ini menjadi motivasi dan cerita inspiratif dapat ditiru oleh kelompok usaha lainnya di berbagai daerah," kata Supari.

Ia menyatakan bahwa kehadiran Klasterku Hidupku sangat membantu kelompok usaha dalam mendapatkan dukungan untuk program pemberdayaan. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#alpukat #bri #pertanian