RADAR BOGOR - BPS mencatat beras mengalami deflasi 0,45 persen di 26 provinsi pada November 2024, dengan kontribusi deflasi sebesar 0,02 persen.
Penurunan harga tertinggi beras terjadi di wilayah Papua Pegunungan yang mencapai 4,64 persen.
Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa tren ini konsisten dengan pola tiga tahun terakhir, di mana harga beras pada November cenderung lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.
Sebelum ini, inflasi beras tercatat pada November 2022 0,37% dan pada November 2023 0,43%.
Penurunan ini didorong oleh panen di sejumlah sentra produksi, seperti Bali dan Jambi, yang meningkatkan stok gabah dan beras.
Harga GKP turun 1,86 persen, GKG turun 1,48 persen, dan harga beras di penggilingan turun 1,23 persen.
Penurunan juga terlihat pada tingkat grosir (0,81 persen) dan eceran (0,45 persen). Melimpahnya stok beras di penggilingan menjadi penyebab utama deflasi di berbagai daerah. (***)
Penulis : Aulia Puspita Dewi/Magang-UNB
Editor : Yosep Awaludin