Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Okupansi Hotel di Bogor Libur Nataru Merosot Banget, IGHMA Beberkan Penyebabnya

Omer Ritonga • Senin, 6 Januari 2025 | 17:56 WIB
Ilustrasi okupansi hotel di Bogor.
Ilustrasi okupansi hotel di Bogor.

RADAR BOGOR - Libur Nataru (Natal dan Tahun Baru 2025) kemarin, ternyata okupansi hotel di Bogor mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Bogor Raya Sri Endah menyebut, penurunan okupansi hotel di Bogor kurang lebih sebanyak 10 persen.

Sebeb dari data yang dia punya, okupansi hotel di Bogor pada libur Nataru tahun ini sekitar 62 persen. Sedangkan tahun sebelumnya capai 75 persen.

Padahal menurut dia, okupansi hotel di Bogor pada 2 tahun sebelumnya, bisa mencapai 96 persen.

"Mendekati full 100 persen," kata dia.

Endah menyebutkan, turunnya okupansi di Bogor dipengaruhi karena beberapa hal. Di antaranya, karena semakin banyaknya hotel beroperasi di Bogor dan sekitarnya.

Banyak wisatawan yang hanya sebatas berlibur, dengan mengunjungi destinasi wisata saja.

"Jadi mereka hanya berlibur satu hari dengan mengunjungi langsung destinasi wisata, tidak menginap," kata dia.

Ada pergeseran atau perubahan pilihan untuk daerah atau tempat wisata, banyak memilih libur panjang ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali. Karena dearah lain, banyak jumpai tempat atau daerah wisata yang baru.

Hal lain, banyak juga yang memilih liburan ke luar negeri. Saat ini dilihat dari biaya akomodasi untuk liburan ke luar negeri lebih murah dibandingkan dengan liburan domestik atau dalam negeri.

"Biaya perjalanan domestik yang lebih tinggi dibandingkan ke luar negeri," jelasnya.

Dia mengatakan untuk meningkatkan okupansi hotel, perlu ada kolaborasi bersama.

"Salah satunya dengan memperbanyak kalender event di Bogor. Sehingga lebih banyak wisatawan yang datang, serta menginap di Bogor," tambah Endah.

Data itu pun dibenarkan Director of Sales & Marketing Swiss-Belhotel Bogor Andriani.

Menurut Andri, penurunan terjadi karena makin hari, khususnya di Kota Bogor, makin banyak jumlah hotel dibuka dan beroperasi.

Adanya pesta demokrasi, kata dia, juga berdampak pada penurunan okupansi hotel. “Efek masa politik sangat berpengaruh," tutur Andri singkat.

 

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #okupansi hotel #libur nataru