Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kantongi Izin dari OJK, BSI Siap Memulai Operasi Bank Bulion

Yosep Awaludin • Kamis, 13 Februari 2025 | 19:44 WIB
Hery Gunardi, Direktur Utama BSI.
Hery Gunardi, Direktur Utama BSI.

RADAR BOGOR—Setelah diberi izin oleh regulator untuk mengelola kegiatan usaha bank bulion, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) kini siap untuk memulai operasi bank bulion.

Pada Rabu, 12 Februari 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan izin usaha bulion untuk BSI untuk produk Perdagangan Emas dan Penitipan Emas.

Menurut Hery Gunardi, Direktur Utama BSI, perusahaan telah mendapatkan izin dari OJK untuk menjalankan kegiatan usaha bulion. Ini memberinya legal standing untuk mulai menjalankan bisnis bank bulion.

"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari regulator dan stakeholder sehingga BSI dapat melangkah ke jenjang selanjutnya dalam pengelolaan bisnis emas, yaitu bank bulion," ujar Hery.

Hery percaya bahwa BSI akan dapat mempercepat pertumbuhan industri logam mulia secara berkelanjutan, memungkinkan masyarakat untuk lebih banyak berinvestasi dalam emas sesuai maqashid syariah.

Kegiatan usaha bulion yang diatur oleh POJK Nomor 17 Tahun 2024 berkaitan dengan emas dan dilakukan oleh lembaga jasa keuangan.

Dalam waktu paling lambat enam bulan sejak tanggal surat izin dikeluarkan, OJK harus memberikan arahan kepada BSI tentang cara melaksanakan produk baru tersebut.

“Alhamdulillah kami mendapatkan amanah tersebut, dan ini tak terlepas dari kepercayaan nasabah terhadap bisnis emas yang sudah dijalankan BSI selama ini. Jadi ini yang membuat kami semakin optimistis ke depan bisa lebih besar lagi untuk mendorong bisnis emas di Bank Syariah Indonesia,” katanya dengan optimisme.

Pada akhir tahun lalu, pemerintah, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mendorong BSI untuk menjadi salah satu dari dua perusahaan pelat merah yang pertama kali membangun bank emas di Indonesia.

"Produk emas BSI termasuk ke depan insya Allah dalam pengelolaan bulion bank, merupakan ciri khas BSI yang memiliki potensi untuk tumbuh lebih besar lagi dengan meningkatnya tren investasi emas di masyarakat," tegas Hery.

Dalam hal ini, Ade Cahyo Nugroho, Direktur Keuangan dan Strategi BSI, menekankan bahwa bisnis emas mendorong pertumbuhan Bank BSI saat ini, bahkan menganggapnya sebagai perubahan game baru.

"Jadi produk konsumer seperti emas itu memang tumbuh signifikan di Bank BSI. Bahkan untuk 2025 kami lebih optimistis lagi karena BSI saat ini secara resmi sudah mendapatkan lisensi menjadi bulion bank," kata Cahyo.

Oleh karena itu, Cahyo mengatakan bahwa mereka bersyukur dapat dipilih oleh pemerintah untuk menjadi bank emas pertama di Tanah Air.

"Ini menjadikan cikal bakal dari pada pertumbuhan ekosistem bisnis emas yang lebih lengkap," tuturnya.

Ada dasar yang kuat untuk pernyataan Cahyo. Selama ini, BSI sering berkolaborasi dengan PT Aneka Tambang Tbk, juga dikenal sebagai Antam.

Selain itu, pada akhir November tahun lalu, perseroan mengambil langkah strategis dengan tujuan menyediakan solusi investasi yang aman dan terpercaya serta mendorong pendalaman sektor keuangan syariah melalui industri emas bersama PT Hartadinata Abadi Tbk.

Melalui kerja sama tersebut, perusahaan meluncurkan BSI Gold, yang merupakan logam emas batangan eksklusif dengan logo BSI dengan karatase 99,99%, memiliki standar SNI, dan telah menerima rekomendasi Kesesuaian Syariah dari MUI.

Produk BSI Cicil Emas dapat dimiliki oleh masyarakat. Sementara itu, BSI menunjukkan kinerja yang luar biasa pada tahun 2024 dalam industri logam mulia.

Antusiasme tinggi nasabah kaum muda untuk berinvestasi emas bahkan mendorong bisnis BSI.

Bisnis emas perseroan mengalami peningkatan sebesar 78,18% setiap tahun, dengan produk cicil emas mengalami peningkatan pembiayaan sebesar 177,42% secara yoy ke angka Rp6,4 triliun.

Bisnis gadai emas BSI juga meningkat, bersama dengan cicil emas. Kualitas pembiayaan bisnis emas ini sangat baik dengan NPF hampir 0%, dan pertumbuhannya akan mencapai sekitar 31,3% secara tahunan ke angka Rp6,4 triliun pada 2024.

Karena tren investasi emas terus meningkat karena merupakan aset safe haven, bisnis emas memang merupakan produk unik BSI dan memiliki potensi untuk bertumbuh semakin besar.

Selain itu, dia menyatakan bahwa harga emas telah mengalami kenaikan yang konsisten dan signifikan, mencapai 32,4% pada tahun sebelumnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#BSI #bulion #emas