Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Penyaluran B40 Sudah Mencapai 1,4 Juta Kilo Liter, Cek 4 Manfaat Programnya

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 24 Februari 2025 | 04:55 WIB
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi.

RADAR BOGOR - Program mandatori pencampuran bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel/FAME sebesar 40 persen ke dalam 60 persen bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak solar (B40) terus berjalan.

Sejak diimplementasikan 1 Januari 2025, realisasi penyaluran B40 menunjukkan perkembangan positif.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi memerinci, hingga Selasa (18/2), penyaluran domestik telah mencapai 1.473.764 kilo liter (kl) atau 9,4 persen dari total alokasi nasional sebesar 15.616.586 kl.

“Dari jumlah tersebut, 767.283 kl berasal dari penyaluran PSO (penyaluran bbm subsidi) atau 10,6 persen dari total alokasi PSO sebesar 7.554.000 kl dan 706.481 kl dari penyaluran non-PSO atau 8,8 persen dari total alokasi non-PSO sebesar 8.062.586 kl,” ujar Eniya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Saat ini, sebanyak 79 dari 88 titik serah (terminal bahan bakar minyak/TBBM) telah menyalurkan campuran biodiesel 40 persen (BioGasoil atau B40).

Satu titik serah masih dalam tahap peningkatan fasilitas agar dapat mendukung implementasi penuh, sementara delapan titik serah lainnya sedang dalam tahap persiapan.

“Untuk memastikan transisi berjalan lancar, pemerintah memberikan relaksasi penyaluran B35 bagi titik serah yang masih menyesuaikan sarana dan prasarana hingga akhir bulan ini,’’ jelasnya.

Eniya meyakini pelaksaan program B40 dapat menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM.

Dari sisi pengawasan, pihaknya juga aktif melibatkan para stakeholder, salah satunya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk mendukung pendanaan dalam pengawasan program B40.

Pada tahun ini, Kementerian ESDM menetapkan total alokasi biodiesel sebesar 15,6 juta kl yang terdiri dari 7,55 juta kL untuk PSO dan 8,07 juta kl untuk non-PSO.

Dari jumlah penyaluran itu diperkirakan akan menghemat devisa sebesar USD 9,33 miliar atau Rp 147,5 triliun, peningkatan nilai tambah CPO menjadi biodiesel sebesar Rp 20,90 triliun.

Penyerapan tenaga kerja lebih dari 14 ribu orang (off-farm) dan 1,95 juta orang (on-farm), serta pengurangan emisi sebesar 41,46 juta ton CO2e.

’’Selain manfaat tersebut, program B40 juga memberikan dampak positif bagi petani kelapa sawit,’’ kata Eniya.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pasar Produk Perkebunan Unggulan (Sipasbun), harga tandan buah segar (TBS) terus meningkat.

Pada bulan lalu, harga TBS mencapai Rp 2.606/kg, naik 36 persen dibandingkan Januari 2024 sebesar Rp 1.911/kg.

Sementara itu, harga TBS Februari 2025 tercatat Rp 2.880/kg, meningkat 62 persen dari harga Februari 2024 pada level Rp 1.775/kg. (dee/dio)

Manfaat Program Mandatori B40

1. Penghematan devisa sebesar USD9,33 miliar atau Rp147,5 triliun.

2. Peningkatan nilai tambah CPO menjadi biodiesel sebesar Rp 20,90 triliun.

3. Penyerapan tenaga kerja lebih dari 14 ribu orang (off-farm) dan 1,95 juta orang (on-farm).

4. Pengurangan emisi sebesar 41,46 juta ton CO2e.

Sumber: Ditjen EBTKE Kementerian ESDM

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bbm #B40 #Mandatori #bahan bakar