Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Makin Digandrungi Generasi Muda, Simak Tips Gunakan Paylater Supaya Tetap Sehat Mental

Omer Ritonga • Senin, 24 Februari 2025 | 19:03 WIB
Makin Digandrungi Generasi Muda, Simak Tips Gunakan Paylater Supaya Tetap Sehat Mental
Makin Digandrungi Generasi Muda, Simak Tips Gunakan Paylater Supaya Tetap Sehat Mental

RADAR BOGOR - Pengguna, Kredivo dan Katadata Insight Center mengungkapkan 70,4 persen pengguna Paylater berasal dari kelompok generasi muda usia 18–35 tahun.

Sejalan dengan tren tersebut, Psikolog Klinis, Disya Arinda, mengingatkan generasi muda dapat memperhatikan kondisi psikologis sebelum dan saat menggunakan Paylater.

Karena generasi muda saat ini cenderung lebih rentan terhadap keputusan impulsif ataupun tren jangka pendek yang dapat mempengaruhi keputusan finansial. Salah satunya penggunaan paylater.

Tanpa kesiapan dan perencanaan, layanan keuangan jenis apa pun, termasuk Paylater, berisiko disalahgunakan untuk konsumtif yang tidak sehat.

"Oleh karena itu, penting untuk memastikan kondisi mental yang stabil supaya bisa mendapatkan manfaat semestinya dari penggunaan Paylater,” ujar Disya.

Selain kondisi psikologis yang tidak stabil, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan You Only Live Once (YOLO) juga telah memperkuat pola hidup konsumtif masyarakat, terutama generasi muda.

Riset yang dilakukan GlobalWebIndex ungkap bahwa 62 persen individu yang mengalami FOMO merupakan penduduk berusia 16–34 tahun.

Lebih lanjut, riset lain yang dilakukan oleh OCBC juga mengungkapkan ada 80 persen generasi muda menghabiskan uang untuk mengikuti gaya hidup teman.

Apalagi penggunaan paylater yang didorong FOMO dan YOLO secara berulang dapat memicu stres finansial dan pola impulsif yang sulit dikendalikan. Secara psikologis, fenomena ini dapat meningkatkan kecemasan dan mengganggu mental well-being.

Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya mempertimbangkan manfaat sebelum menggunakan Paylater, tetapi juga dampaknya pada kesehatan mental.

SVP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari menambahkan, Kredivo percaya Paylater adalah instrumen keuangan yang dapat membantu pengguna memenuhi berbagai kebutuhan dan meningkatkan kualitas hidup, bukan sebagai sarana untuk gaya hidup boros dan berlebihan.

Kredivo terus berinovasi dan memperluas jangkauan layanan, dengan tetap konsisten memberikan edukasi kepada pengguna dan memperkuat manajemen risiko, untuk memastikan keyakinan kami tersebut dapat selalu terealisasi.

"Penting perhatikan kondisi psikologis sebelum gunakan Paylater," tambah Indina.

Agar penggunaan Paylater memberi dampak positif dan tidak menimbulkan tekanan psikologis ada tips dari Kredivo dan Disya Arinda, diantaranya, penting rasionalisasi dan motivasi yang baik.

Sebelum menggunakan dengan Paylater, menyakinkan diri sendiri, apa benar-benar diperlukan dan memastikan bisa melunasi cicilan. Apakah paylater membantu mengelola cash flow atau justru membuat semakin boros.

Proses ini penting supaya tiap penggunaan Paylater didasari atas rasionalitas yang baik dan disertai kesadaran akan manfaat serta risiko yang mungkin timbul. Dengan motivasi saja tidak cukup, kondisi mental pun harus stabil sebelum memanfaatkan Paylater

Saat stres, seseorang cenderung fokus pada solusi jangka pendek. Oleh karena itu, hindari menggunakan Paylater saat kondisi psikologis tidak stabil, karena dapat mengaburkan penilaian risiko dan mendorong penggunaan yang impulsif dan berlebihan. Apabila pada akhirnya kesulitan membayar tagihan, hal ini justru bisa menambah stres atau bahkan berisiko mengalami depresi di kemudian hari.

Tips ini agar tetap sehat mental setelah pakai Paylater, kelola limit Paylater dengan bijak dan terkontrol. Penggunaan Paylater secara bijak dan terkontrol setiap bulan dapat membantu menjaga cash flow dan meningkatkan skor kredit. Namun, jika digunakan berlebihan dalam satu waktu, hal ini bisa memberi ilusi kemudahan dalam berbelanja tanpa pertimbangan matang, yang berisiko memicu gagal bayar jika tidak didukung kondisi finansial yang stabil.

 

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#impulsif #PayLater #generasi muda