RADAR BOGOR - PT Jababeka Tbk berhasil mencatatkan pendapatan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp3,19 triliun sepanjang 2024, melampaui target awal Rp2,5 triliun dan target revisi Rp3 triliun. Pencapaian ini meningkat 44% dibandingkan marketing sales tahun 2023 sebesar Rp2,21 triliun.
Kontribusi terbesar Jababeka berasal dari Kawasan Kendal dengan marketing sales Rp2,14 triliun dari penjualan lahan seluas 135,9 hektar, meningkat 73% dibandingkan tahun sebelumnya.
Mayoritas investor Jababeka di Kendal berasal dari luar negeri, khususnya Hong Kong, China, dan Korea Selatan. Dua transaksi terbesar melibatkan perusahaan China di sektor industri ban dan otomotif, masing-masing membeli lahan seluas 49 hektar dan 12,7 hektar.
Sementara itu, Kawasan Cikarang menyumbang Rp942,9 miliar dari penjualan lahan seluas 15,4 hektar, meningkat 3% dari tahun sebelumnya.
Penjualan ini terdiri dari tanah matang kawasan industri senilai Rp478,7 miliar dan tanah beserta bangunan senilai Rp464,2 miliar.
Dari total penjualan di sektor kawasan industri sebesar Rp694 miliar, 78% berasal dari investor domestik dan 22% dari investor asing, terutama China.
Penjualan terbesar di Cikarang adalah lahan seluas 4 hektar kepada perusahaan Indonesia di sektor pusat data.
Selain itu, Kawasan Tanjung Lesung dan proyek lainnya menyumbang Rp101,9 miliar, meningkat 77% dibandingkan tahun 2023.
Dengan pencapaian ini, Jababeka menargetkan marketing sales sebesar Rp3,5 triliun pada tahun 2025, dengan Rp1,25 triliun di antaranya ditargetkan berasal dari Kawasan Cikarang dan sekitarnya, serta Rp2,25 triliun dari Kawasan Kendal.
Direktur PT Jababeka Tbk, Hyanto Wihadhi, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi perusahaan dalam mengembangkan kawasan industri yang memiliki infrastruktur modern dan fasilitas pendukung yang memadai.
Ia juga menekankan bahwa permintaan terhadap lahan industri semakin meningkat, terutama dari perusahaan yang ingin memperluas bisnis mereka di Indonesia.
Selain sektor industri, Jababeka juga mencatatkan pertumbuhan di sektor residensial dan komersial. Penjualan properti hunian dan ruko di Cikarang dan Kendal memberikan kontribusi tambahan terhadap marketing sales.
Perusahaan terus berinovasi dalam menghadirkan produk properti yang sesuai dengan kebutuhan pasar, termasuk pengembangan smart city di kawasan-kawasan tersebut.
Melihat tren positif ini, Jababeka optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan untuk tahun 2025.
Perusahaan juga akan terus menarik lebih banyak investasi asing dengan memberikan nilai tambah bagi investor, seperti insentif khusus dan peningkatan kualitas layanan di kawasan industri mereka.
Ke depan, Jababeka berencana memperluas portofolio bisnisnya dengan mengembangkan kawasan industri ramah lingkungan serta mengintegrasikan teknologi hijau dalam setiap proyeknya.
Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi pengembang kawasan industri berkelanjutan yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. (***)
Penulis: Sholihatun Nur Khasanah/Magang-Unpak
Editor : Yosep Awaludin