Kacamata yang diberi nama Aria Gen 2 itu dirancang untuk membantu individu tunanetra atau dengan penglihatan rendah dalam navigasi dalam ruangan.
Aria Gen 2 hadir dengan berbagai peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya yang dirilis pada 2020.
Kelengkapannya antara lain kamera RGB, kamera pelacak mata, mikrofon spasial, dan barometer.
Juga fitur pelacakan tangan serta kamera 6DOF SLAM yang mampu melacak posisi dan orientasi dalam ruang 3D.
Salah satu inovasi utama pada Aria Gen 2 adalah penambahan sensor photoplethysmography (PPG) yang tertanam di bantalan hidung untuk mengukur detak jantung pengguna secara real-time.
Selain itu, kacamata tersebut dilengkapi dengan mikrofon kontak yang mampu membedakan suara pengguna dari suara latar belakang dan memungkinkan interaksi suara yang lebih jernih.
Dalam sebuah demonstrasi video, pengguna meminta bantuan untuk mengambil apel dan kacamata tersebut memberikan arahan suara untuk menuju lokasi apel berada.
Dengan berat 75 gram dan daya tahan baterai antara 6 hingga 8 jam, Aria Gen 2 menawarkan kenyamanan penggunaan sepanjang hari.
”Kacamata ini mencakup sejumlah kemajuan yang tidak ditemukan pada perangkat lain yang tersedia saat ini,” tulis Meta dalam blog resminya.
Meski Aria Gen 2 saat ini belum tersedia untuk konsumen umum, perangkat ini memberikan gambaran tentang potensi fitur yang mungkin hadir dalam kacamata AR di masa depan.
Baca Juga: Ketika Orang Tua Jadi Beban Mental, Begini Strategi Sehat untuk Menghadapinya
Meta merencanakan peluncuran kacamata AR konsumen pertamanya pada tahun 2027.
Kacamata pintar ini dirancang untuk penelitian AI, robotika, dan sensor canggih. (din/dns)
Editor : Siti Dewi Yanti