Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Permintaan Jasa Digital di Bulan Ramadhan Meningkat Hingga 30 Persen, Konten War Takjil dan Sahur Semarak di Media Sosial

Yosep Awaludin • Sabtu, 15 Maret 2025 | 17:40 WIB
Ilustrasi jasa digital di bulan Ramadhan.
Ilustrasi jasa digital di bulan Ramadhan.

RADAR BOGOR - Bulan suci Ramadhan selalu membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu perubahan yang mencolok adalah peningkatan permintaan terhadap jasa digital.

Selama Ramadhan, layanan manajemen media sosial dan pembuatan konten atau jasa digital mengalami lonjakan permintaan hingga 30 persen dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Pelaku usaha di sektor food & beverage (F&B) serta fashion menjadi yang paling aktif memanfaatkan jasa digital ini untuk menampilkan citra profesional di media sosial guna menarik lebih banyak pelanggan.

Peningkatan aktivitas digital ini tidak hanya terbatas pada pelaku usaha. Masyarakat umum juga menunjukkan peningkatan konsumsi layanan seluler dan data internet selama Ramadhan.

Sebuah studi mengungkap bahwa ada peningkatan layanan konsumsi seluler hingga 40 persen saat Ramadhan, dengan lonjakan penggunaan data internet yang signifikan.

Layanan seluler dan data internet digunakan untuk membuat panggilan, mengirim pesan, dan mengakses berbagai konten digital.

Fenomena menarik lainnya yang muncul selama Ramadhan adalah tren War Takjil. Istilah ini merujuk pada aktivitas berburu takjil atau menu berbuka puasa yang dijual dari siang hingga waktu berbuka.

Konten-konten terkait #WarTakjil melonjak tajam di media sosial, menampilkan kreativitas masyarakat dalam mencari dan menikmati berbagai jenis takjil.

Tidak hanya umat Muslim, masyarakat non-Muslim juga turut serta dalam fenomena ini. Mereka berburu takjil sebagai bentuk toleransi dan solidaritas antarumat beragama.

Konten-konten yang menampilkan kebersamaan antara umat Muslim dan non-Muslim dalam berburu takjil menjadi viral, menunjukkan bahwa media sosial dapat memperkuat toleransi dan persatuan di Indonesia.

Selain War Takjil, konten-konten yang berkaitan dengan sahur juga mendapatkan perhatian besar di media sosial.

Pengguna membagikan pengalaman mereka saat sahur, resep masakan, hingga tips menjaga kesehatan selama berpuasa.

Aktivitas digital diprediksi akan melonjak sekitar 78 persen saat sahur, menunjukkan tingginya interaksi masyarakat di dunia maya pada waktu tersebut.

Platform-platform seperti YouTube dan TikTok mengalami peningkatan penggunaan hingga tiga kali lipat selama Ramadhan.

Konsumsi konten digital meningkat tajam, dengan masyarakat yang lebih sering mengakses video, musik, dan konten hiburan lainnya untuk mengisi waktu luang saat berpuasa.

Bagi para pelaku bisnis, momen Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk berinteraksi dengan konsumen.

Sebanyak 72 persen konsumen global melihat Ramadhan sebagai waktu terbaik untuk mendapatkan penawaran belanja terbaik.

Hal ini mendorong brand untuk lebih aktif dalam kampanye digital mereka, menawarkan promo dan diskon yang menarik bagi konsumen.

Peningkatan aktivitas digital selama Ramadhan juga mencerminkan keberhasilan literasi digital di masyarakat.

Fenomena seperti War Takjil menunjukkan bahwa masyarakat telah mengerti mana konten yang dapat dinikmati sebagai hiburan dan mana yang harus dinikmati secara santai. Hal ini mencerminkan pemahaman yang lebih baik tentang etika dan perilaku di dunia maya.

Namun, di balik euforia digital ini, penting bagi masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan media sosial.

Konten yang dibagikan sebaiknya tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan memberikan nilai positif.

Dengan demikian, media sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan kebaikan dan memperkuat ikatan sosial selama Ramadhan.

Secara keseluruhan, Ramadhan membawa dampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas digital di Indonesia.

Dari lonjakan permintaan jasa digital hingga fenomena War Takjil dan konten sahur yang populer di media sosial.

Semuanya mencerminkan bagaimana teknologi dan budaya dapat berkolaborasi untuk menciptakan pengalaman yang unik dan bermakna bagi masyarakat.

Dengan terus berkembangnya teknologi dan semakin tingginya literasi digital masyarakat, diharapkan tren positif ini dapat berlanjut. (***)

Penulis: Sholihatun Nur Khasanah/Magang-Unpak

Editor : Yosep Awaludin
#digital #media sosial #ramadhan