Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Selama Ramadhan hingga Lebaran, BPH Migas Sebut Stok BBM dan Gas hingga Listrik Begini

Siti Dewi Yanti • Selasa, 18 Maret 2025 | 06:21 WIB
Kepala BPH Migas, Erika Retnowati
Kepala BPH Migas, Erika Retnowati

RADAR BOGOR - BADAN Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan, pasokan bahan bakar minyak (BBM), gas, dan listrik dalam kondisi aman selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.

Kepala BPH Migas Erika Retnowati menuturkan, ketahanan stok seluruhnya dijaga pada kisaran 19–21 hari.

Sedangkan LPG diperkirakan aman di kisaran 11 sampai 13 hari.

Erika memerinci, pada periode Lebaran, konsumsi pertalite diperkirakan naik 11,7 persen, pertamax 11,2 persen, dan biosolar turun 16,2 persen dibandingkan kondisi normal.

Untuk avtur, konsumsi harian diperkirakan naik 7,3 persen.

’’Peningkatan konsumsi harian BBM selama Idul Fitri untuk bensin atau gasolin dengan konsumsi terbesar pertalite sekitar 11,7 persen, kemudian pertamax 11,2 persen,’’ ujarnya pada konferensi pers di Jakarta, Senin (17/3).

Selama periode Lebaran, BPH Migas dan Pertamina menyiapkan 125 terminal BBM, 7.746 SPBU, dan 70 DPPU.

Juga disiagakan fasilitas tambahan di wilayah dengan permintaan tinggi.

Erika mengatakan, pihaknya memprediksi adanya kenaikan penyaluran gas LNG sebesar 53,2 persen jika dibandingkan realisasi periode mudik Lebaran 2024.

Karena itu, pihaknya bersama Pertamina dan Ditjen Migas Kementerian ESDM menyiagakan 40 terminal elpiji, 731 SPPBE, dan 6.517 agen elpiji selama periode mudik Lebaran tahun ini.

’’Prognosa ketahanan stok elpiji nasional dalam kondisi aman dengan coverage day pada kisaran rata-rata 11–13 hari,’’ ujar Erika.

Dia memastikan kondisi stok itu akan dipertahankan tetap stabil.

Caranya dengan mempersiapkan agen dan pangkalan yang siaga 24 jam, khususnya di wilayah dengan demand yang tinggi.

Dari sisi kelistrikan, prognosis pasokan tenaga listrik di sistem kelistrikan Jawa-Bali, Sumatera, Kalimantan, dan sebagian besar Indonesia Timur juga dalam kondisi aman.

Erika menyebut, pada 31 Maret 2025 atau 1 Syawal 1446 Hijriah, sistem ketenagalistrikan nasional memiliki daya mampu pasok sebesar 53.977 mw dengan beban puncak 33.517 mw.

’’Cadangan daya masih tersedia sebesar 20.460 mw atau 61,05 persen. Namun, beban puncak pada hari pertama Idul Fitri meningkat 7,38 persen dibandingkan 2024 dan menurun 29,10 persen dibandingkan hari-hari normal,’’ ujarnya.

Stok BBM di SPBU swasta juga dipastikan tetap terjaga.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyebutkan, pemerintah telah memberikan seluruh perizinan impor yang dilakukan oleh badan usaha swasta.

’’Kami sudah memberikan perizinan bagi impor BBM untuk jangka waktu tiga bulan. Beberapa waktu lalu terkendala administrasi, tapi seharusnya untuk persiapan Idul Fitri ini tidak ada masalah,’’ ujarnya pada kesempatan yang sama.

Yuliot menambahkan, pemerintah bahkan telah memberikan perizinan impor BBM pada badan usaha swasta selama tiga bulan ke depan.

Hal itu diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang memilih mengonsumsi BBM swasta untuk kendaraannya.

Baca Juga: Jadwal Salat Bogor Hari Ini, Selasa 18 Maret 2025: Jangan Lewatkan Waktu Beribadah

’’Badan usaha swasta juga bisa menyediakan stok untuk kebutuhan masyarakat untuk periode Lebaran,’’ jelasnya. (dee/oni)

Editor : Siti Dewi Yanti
#bogor #bbm #gas #bph migas #listrik