RADAR BOGOR - Setiap butir pakan yang ia taburkan adalah simbol ketekunan, kerja keras, dan visi jauh ke depan.
Baginya, air yang mengalir di kolam-kolamnya bukan hanya menjadi habitat bagi ikan, tetapi juga cerminan perjalanan hidup, kadang tenang, kadang berombak, tetapi selalu bergerak menuju tujuan.
Setiap percikan air yang menyentuh tangannya adalah pengingat bahwa kesuksesan tidak datang dalam semalam, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan.
Gambaran itu melekat pada sosok Giri Maruto Darmawangsa, akademisi sekaligus pengusaha perikanan yang telah menorehkan jejaknya di industri ikan hias hingga ke pasar internasional.
Dari seorang mahasiswa yang giat belajar dan terjun langsung ke lapangan, ia menjelma menjadi visioner yang membawa inovasi dalam dunia perikanan.
Ketekunan dan kerja kerasnya membuktikan bahwa kesuksesan bukan sekadar teori di ruang kelas, tetapi juga keberanian mengambil risiko dan mewujudkan ide menjadi kenyataan.
Lahir dari keluarga sederhana yang akrab dengan dunia perikanan, ia tumbuh dengan tangan yang selalu bersentuhan dengan air dan mata yang jeli melihat peluang.
Sejak kecil, kehidupannya dipenuhi dengan kesibukan di sekitar kolam ikan milik keluarganya.
Lebih dari sekadar membantu orang tua, ia menyerap ilmu dari setiap proses yang dijalani—mulai dari cara memilih benih berkualitas, memahami pola pertumbuhan ikan, hingga mempelajari dinamika pasar.
Dunia perikanan semakin memikat hatinya ketika diterima di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University.
Bagi Giri, bangku kuliah bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga lahan untuk menggali lebih dalam passion yang telah tertanam sejak kecil.
Tak puas hanya menerima teori di dalam kelas, ia aktif menjadi asisten dosen, terlibat dalam riset budidaya, dan terjun langsung ke lapangan.
Perjalanan mendalami dunia ikan hias bukanlah hal yang mudah. Keterbatasan akses untuk memiliki kendaraan membuatnya harus berpikir kreatif agar tetap bisa mengunjungi berbagai tempat budidaya di Kota Kembang.
Demi mendapatkan pengalaman langsung, ia sering meminjam kendaraan teman-temannya atau menumpang ke sana kemari, asalkan bisa bertemu dengan para pembudidaya berpengalaman.
Perjalanan yang ditempuh sering kali melelahkan, tetapi tekadnya jauh lebih besar dari rasa lelah yang menghampiri.
Giri memilih jalan yang berbeda dalam menghabiskan waktu istirahat kala jeda kelas dan akhir pekan.
Waktunya lebih banyak dihabiskan untuk menjalin silaturahmi dengan kakak tingkat dan alumni yang sudah lebih dulu terjun ke industri perikanan.
Setiap perbincangan menjadi kesempatan emas untuk menyerap ilmu. Tidak hanya mendengar cerita tentang keberhasilan, tetapi juga memahami tantangan yang harus dihadapi dalam bisnis ikan hias.
Diskusi dengan para senior membawanya ke wawasan baru—tentang teknik budidaya yang lebih efektif, pengelolaan kualitas air, hingga strategi pemasaran yang tepat.
Giri memahami bahwa teori dalam perkuliahan tidak cukup tanpa pengalaman nyata di lapangan.
Mencari cara untuk melihat langsung bagaimana para pelaku usaha perikanan menjalankan bisnis mereka menjadi prioritas utama.
Semangatnya dalam belajar dan keberaniannya untuk menjalin koneksi dengan para profesional di bidang perikanan menjadikannya sosok yang cepat dikenal.
Ketekunan dan inisiatif yang dimilikinya perlahan membuka jalan menuju impian yang lebih besar.
Menjadi ahli di bidangnya bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang kemauan untuk terus berusaha, belajar, dan menggali setiap peluang yang ada.
Perjalanan Giri tak selalu mulus. Ada masa-masa sulit ketika ia harus memilih antara tetap berada di jalur akademik sebagai dosen atau berjuang membangun bisnis yang masih merangkak.
Pada saat yang bersamaan, ibunya jatuh sakit, membuatnya harus mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
Di tengah ketidakpastian, memilih untuk bertaruh pada impiannya menjadi keputusan yang diambil.
Keyakinan bahwa dunia perikanan adalah masa depannya membuatnya terus maju, meski harus berhadapan dengan berbagai tantangan.
Keputusan itu membawanya ke titik balik. Perlahan tapi pasti, bisnis yang dibangun berkembang.
Dari sebuah usaha kecil yang hanya beroperasi di pasar lokal, kini Bogorian Aquatic telah memiliki tujuh site farm dan ribuan akuarium yang memasok ikan hias ke berbagai negara. Impian yang dulu hanya sebatas angan kini menjelma menjadi kenyataan.
Giri Maruto Darmawangsa adalah bukti bahwa ketekunan dan keberanian mengambil risiko dapat mengubah hidup seseorang.
Dari seorang anak yang tumbuh di tengah kolam-kolam kecil hingga menjadi eksportir ikan hias skala internasional, perjalanannya mengajarkan bahwa impian yang diberi makan dengan kerja keras akan tumbuh dan mengantarkan pemiliknya menuju kesuksesan.
Prinsip hidupnya sederhana: hadapi saja apa yang ada saat ini. Takdir yang disiapkan Allah adalah misteri, tetapi menjalani dengan ikhlas dan penuh syukur adalah cara terbaik menikmati nikmat yang diberikan.
Kepercayaan dan keyakinan terhadap diri sendiri, serta terhadap perjalanan yang sedang dijalani, menjadi pelajaran terbesar dalam hidupnya. (***)
Penulis : Muhammad Robi Athallah
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media IPB University